Pekerja Disabilitas di Bali Minim, Baru 0,47 Persen Terserap di Sektor Formal

  • 31 Agt 2026 12:31 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Akses penyandang disabilitas terhadap pasar kerja formal di Bali masih sangat terbatas. Di tengah dorongan pembangunan ekonomi yang inklusif, pekerja disabilitas yang terserap di sektor formal baru mencapai 0,47 persen.

Pengamat Ekonomi Bali, I Gusti Wayan Murjana Yasa, menilai angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kebijakan afirmatif yang telah disiapkan pemerintah dan akses nyata penyandang disabilitas terhadap kesempatan kerja. “Secara keseluruhan di Indonesia masih rendah. Bali itu baru 0,47 persen bekerja di sektor formal,” jelas Murjana Yasa, Senin 31 Agustus 2026.

Menurutnya, peluang penyandang disabilitas untuk masuk ke dunia kerja sebenarnya masih terbuka. Pemerintah telah mengadopsi pendekatan pembangunan inklusif yang tidak hanya mencakup sektor pendidikan, tetapi juga ekonomi dan ketenagakerjaan.

Namun, kebijakan tersebut perlu diikuti dengan perluasan akses dan kesempatan agar penyandang disabilitas dapat terlibat secara lebih aktif dalam aktivitas ekonomi.

Sementara itu, Pembina ABDSI Bali, Cok Istri Agung Widyawati, menilai keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan ekonomi, khususnya di Kota Denpasar, menunjukkan perkembangan positif.

Menurutnya, pemerintah melalui Dinas Sosial terus membuka ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, antara lain melalui kegiatan promosi dan pameran produk. “Kalau terkait bagaimana pelibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan ekonomi, khususnya yang saya amati di Pemerintah Kota Denpasar, itu sudah sangat konsen terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Menurut Widyawati, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana bagi penyandang disabilitas untuk memasarkan produk, tetapi juga membuka kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pasar. Pelibatan dalam aktivitas ekonomi tersebut dinilai penting untuk menggeser paradigma pemberdayaan penyandang disabilitas yang selama ini kerap berorientasi pada bantuan.

Penyandang disabilitas juga perlu diberikan akses untuk berperan secara produktif dan berkontribusi dalam perekonomian. Dengan perluasan kesempatan kerja, penguatan kapasitas, serta akses terhadap pasar, penyandang disabilitas diharapkan semakin mampu mandiri secara ekonomi dan memiliki ruang yang lebih besar dalam pembangunan ekonomi inklusif di Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....