BPBD Bali Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Dampak El Nino Berkepanjangan

  • 04 Agt 2026 13:56 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - BPBD Provinsi Bali meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Langkah ini dilakukan menyusul prakiraan BMKG yang menyebut puncak musim kemarau terjadi pada Bulan Agustus 2026 dengan potensi kekeringan yang meningkat.

Potensi dampak yang diantisipasi meliputi kekeringan, keterbatasan air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan. BPBD menilai upaya mitigasi harus dilakukan sejak dini agar daerah dan masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana.

Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, I Wayan Suryawan, mengatakan sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan sudah terjadi di beberapa wilayah Bali. Bahkan, kawasan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar mencapai sekitar 67,8 hektare.

"Kami memandang kondisi ini sebagai langkah yang harus ditindaklanjuti lebih awal. Daerah harus menyiapkan kapasitasnya agar lebih siap sebelum bencana benar-benar terjadi," ujar I Wayan Suryawan.

Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan kolaborasi antara BPBD, pemerintah daerah, aparat terkait, hingga masyarakat agar penanganan di lapangan berjalan lebih efektif.

BPBD juga mengajak masyarakat memulai kesiapsiagaan dari lingkungan sekitar, seperti menjaga kebersihan lahan, memperhatikan instalasi kelistrikan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Selain itu, masyarakat diimbau rutin memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD sebagai acuan dalam mengambil langkah antisipasi.

"Kesiapsiagaan memang tidak bisa menghentikan bencana, tetapi dapat meminimalisir dampaknya. Semakin dini kita bersiap, semakin kecil risiko yang mungkin ditimbulkan," katanya.

BPBD Provinsi Bali menegaskan kesiapsiagaan harus menjadi budaya masyarakat tanpa memandang musim. Dengan memahami informasi kebencanaan dan membangun aksi bersama, dampak bencana akibat musim kemarau maupun El Nino diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....