Kick Off SMK Go Global di BDI Denpasar, 100 Peserta Disiapkan Menembus Pasar Kerja
- 27 Agt 2026 07:21 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Program SMK Go Global Batch I resmi dimulai di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Rabu 26 Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
Kick Off SMK Go Global mengusung tema “Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia, Terampil Mendunia” dan diikuti 100 peserta dari Bali maupun luar Bali. Para peserta mendapatkan pelatihan di sektor hospitality yang meliputi Barista, Housekeeping, serta Waiter/Waitress.
Kepala BP3MI Bali Muhammad Iqbal mengatakan, program SMK Go Global diarahkan untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu mengisi peluang pasar kerja luar negeri. SMK Go Global merupakan salah satu program yang bersifat direktif Presiden untuk mempersiapkan warga negara Indonesia agar mampu memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.
“Provinsi Bali menjadi provinsi dengan kuota terbesar keempat setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Bali memiliki potensi pekerja migran, khususnya di sektor hospitality, sehingga kami berharap peserta mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya,” jelas Iqbal.
Ia menyebut, program tersebut diarahkan untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu mengisi peluang pasar kerja luar negeri yang jumlahnya sangat besar. Para peserta yang mengikuti pelatihan di BDI Denpasar disebut sebagai bagian dari angkatan awal program tersebut.
Khusus Provinsi Bali, BP3MI Bali mendapatkan kuota 3.380 peserta pelatihan. Jumlah tersebut menempatkan Bali sebagai salah satu provinsi dengan kuota terbesar, setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Menurutnya, Bali memiliki potensi besar sebagai daerah asal pekerja migran, khususnya karena kekuatan sumber daya manusianya di bidang hospitality. Hal tersebut menjadi salah satu alasan pelatihan SMK Go Global di Bali banyak diarahkan pada sektor hospitality.

Ia juga mengingatkan peserta bahwa bekerja di luar negeri tidak cukup hanya mengandalkan keberanian. Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri semakin ketat sehingga calon pekerja migran harus memiliki kesiapan mental, kemampuan teknis, dan kompetensi yang memadai.
Menurutnya, apabila pekerja migran tidak memiliki kesiapan mental dan kemampuan teknis yang cukup, risiko menghadapi persoalan di tempat kerja hingga dipulangkan sebelum kontrak berakhir akan semakin besar. Sementara itu, Kepala Balai Diklat Industri Denpasar, Arga Mahendra menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam pelaksanaan program SMK Go Global.
Menurutnya, kerja sama antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia telah berjalan sejak tahun sebelumnya melalui berbagai pelatihan hospitality, termasuk barista. Pada tahun ini, kolaborasi tersebut kembali diwujudkan melalui pelaksanaan pelatihan bagi 100 peserta di BDI Denpasar.
Ia menilai kerja sama lintas kementerian dan lembaga tersebut telah memberikan dampak konkret dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. “Momentum ini kita jadikan sebagai langkah awal untuk menghasilkan wawasan dan keterampilan yang ditawarkan ke pasar global. Fondasi ini menjadi bekal awal, selanjutnya tergantung kepada para peserta untuk mengembangkannya. Kesempatan kerja sangat banyak, sehingga kami berharap peserta terus meningkatkan kompetensi untuk memperkuat peluang kerja di luar negeri.” jelas Arga.
Kepala BDI Denpasar juga menyampaikan bahwa kolaborasi serupa tidak hanya dilakukan di Bali, tetapi juga dikembangkan di sejumlah daerah lain seperti Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan. Ke depan, sinergi tersebut diharapkan semakin luas, termasuk melibatkan pemerintah daerah.
Menurutnya, BDI Denpasar terbuka untuk membangun kolaborasi yang lebih besar dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, baik untuk kebutuhan industri maupun pendidikan vokasi. Program SMK Go Global diharapkan tidak berhenti pada Batch I, tetapi dapat terus dikembangkan melalui pelaksanaan batch berikutnya.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar menjadikan pelatihan tersebut sebagai fondasi awal untuk membangun kompetensi dan wawasan sebelum memasuki pasar kerja global. Peluang kerja di luar negeri dinilai masih sangat terbuka, termasuk bagi tenaga kerja dari Bali.
Berdasarkan data 100 peserta yang mengikuti pelatihan terdiri atas 20 peserta Barista, 60 peserta Housekeeping, dan 20 peserta Waiter/Waitress. Peserta berasal dari Bali sebanyak 70 orang dan luar Bali sebanyak 30 orang.
Pelatihan Barista dijadwalkan berlangsung hingga 1 September 2026, sedangkan pelatihan Housekeeping dan Waiter/Waitress berlangsung hingga 23 September 2026. Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh sejumlah fasilitas, antara lain sertifikat pelatihan, sertifikat BNSP bagi peserta yang lulus uji kompetensi, training kit, uang harian dan transportasi, asrama, serta konsumsi.
Melalui SMK Go Global, peserta diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan profesional untuk bersaing di pasar kerja internasional. Program ini sekaligus diharapkan mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia dan mendorong penempatan yang lebih kompeten serta prosedural.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....