Kasus Juwuk Legi, Staff Khusus Menteri HAM Tekankan Penguatan Hak Asasi Manusia
- 04 Agt 2026 07:55 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Penguatan Hak Asasi Manusia – HAM menjadi hal krusial untuk melindungi hak – hak warga negara tanpa terkecuali. Penguatan HAM tersebut direalisasikan melalui penegakan hukum yang adil, edukasi publik yang merata, dan pengawasan negara yang kuat.
Hal ini memastikan setiap orang mendapatkan perlakuan setara dan bebas dari diskriminasi. Staff Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media Thomas Harming Suwarta saat diskusi bersama wartawan di Denpasar, Senin 3 Agustus 2026 mengatakan, menghilangkan nyawa seseorang dengan alasan apapun termasuk pelanggaran HAM, salah satunya kasus Juwuk Legi.
Ia menjelaskan, aksi kriminal pencurian yang dilakukan pelaku sekaligus korban memang tidak bisa dibenarkan, namun aksi main hakim sendiri hingga menghilangkan nyawa orang lain juga tidak dibenarkan karena menghilangkan hak hidup seseorang. Thomas Harming Suwarta menekankan, setiap orang yang melanggar hukum berhak mendapatkan proses peradilan yang sah dan tidak diperbolehkan menghakimi orang lain secara sewenang – wenang.
“Kementerian Hak Asasi Manusia menekankan Penguatan HAM untuk melindungi hak - hak warga negara. Kasus Juwuk Legi menjadi pengingat pentingnya penguatan HAM tanpa adanya aksi main hakim sendiri,” ujarnya.
Thomas Harming Suwarta mengatakan, dalam kasus ini, media juga memegang peranan penting untuk memberitakan secara seimbang tanpa menimbulkan kesimpangsiuran informasi. Ia menyebut, wartawan maupun media merupakan pembela hak asasi manusia yang menjalankan fungsi kontrol melindungi hak – hak publik.
“Wartawan menjadi pembela Hak Asasi Manusia dengan fungsi kontrolnya melindungi hak – hak publik dan dari pemberitaanya juga akan diketahui ada tidaknya pelanggaran HAM,” tuturnya.
Sejumlah persoalan mengemuka danmenjadi topik bahasan dalam diskusi yang digelar Kementerian Hak Asasi Manusia bersama sejulmah wartawan di Pulau Dewata. Salah satunya pelanggaran HAM menghilangkan nyawa seseorang dalam kasus pencurian di wilayah Juwuk Legi Tabanan hingga diskiriminasi dalam fun run yang melibatkan warga negara asing di Canggu Badung.
Kementerian Hak Asasi Manusia menekankan pentingnya penguatan HAM dan Revisi UU Hak Asasi Manusia, sehingga setiap orang mendapatkan perlindungan dan perlakuan secara adil serta setara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....