Pemerataan Pembangunan Dinilai Tekan Dampak Laju Urbanisasi Bali
- 31 Jul 2026 15:02 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Meningkatnya urbanisasi di Bali dinilai menjadi tantangan yang harus diimbangi dengan pemerataan pembangunan antarwilayah. Pengamat Kebijakan Publik Umar Alkhatab menilai penyebaran pusat ekonomi dan lapangan kerja menjadi kunci untuk mengurangi konsentrasi penduduk di kawasan perkotaan.
Menurut Umar, urbanisasi merupakan fenomena yang sulit dihindari karena dipengaruhi terbatasnya lapangan kerja di desa dan terkonsentrasinya fasilitas publik di kawasan perkotaan. Di Bali, urbanisasi juga ditandai berkembangnya desa-desa di wilayah pinggiran menjadi kawasan perkotaan baru.
"Urbanisasi tidak bisa dihindari selama lapangan kerja dan fasilitas umum masih terpusat di kota. Di Bali juga muncul fenomena baru, yakni desa-desa di pinggiran yang berkembang menjadi kota baru," kata Umar Alkhatab.
Umar menjelaskan perkembangan kawasan seperti Sanur hingga sepanjang Jalan Bypass Ngurah Rai menunjukkan perubahan fungsi desa menjadi pusat permukiman dan aktivitas ekonomi. Jika tidak diimbangi dengan perencanaan yang baik, kondisi tersebut berpotensi memunculkan kemacetan, persoalan sampah, hingga meningkatnya kerawanan sosial dan kriminalitas.
"Pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas agar kesempatan kerja tersedia di berbagai daerah. Selain itu, perlu memperkuat solidaritas sosial dan jaringan pengaman masyarakat untuk menekan dampak negatif urbanisasi, termasuk potensi kriminalitas," ujarnya.
Umar berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke Bali Utara, Barat, dan Timur agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah selatan. Langkah tersebut dinilai mampu menekan laju urbanisasi sekaligus menciptakan pembangunan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....