Antisipasi Kemarau, Pemkot Denpasar Tanam Padi Cakrabuana Agritan

  • 29 Jul 2026 16:57 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Pemerintah Kota Denpasar memperkuat ketahanan pangan menghadapi musim kemarau dengan menggelar Gerakan Tanam (Gertam) padi varietas Cakrabuana Agritan. Melalui program ini, sebanyak 205 hektare lahan sawah di 15 subak mendapat bantuan benih padi tahan kekeringan untuk mendukung peningkatan produksi pada musim tanam Juli–Agustus 2026.

Gerakan tanam dilaksanakan di Subak Sembung, Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Kamis lalu yang ditandai dengan penanaman simbolis di lahan seluas 10 are. Lahan tersebut merupakan bagian dari areal Subak Sembung seluas lima hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar, I G.A.N. Anggreni Suwari, dikonfirmasi RRI, Senin 27 Juli 2026 mengatakan penyaluran bantuan benih padi varietas Cakrabuana Agritan untuk areal tanam seluas 205 hektare yang tersebar di 15 subak di Kota Denpasar.Dijelaskan varietas Cakrabuana Agritan dipilih karena memiliki daya adaptasi yang baik terhadap kondisi musim kemarau.

Selain tahan terhadap kekeringan, varietas ini juga memiliki potensi hasil yang tinggi sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Denpasar. "Melalui Gerakan Tanam ini, pemerintah berharap para petani segera memanfaatkan bantuan benih yang telah disalurkan agar proses tanam dapat berlangsung tepat waktu," ujarnya.

Menurut Anggreni, percepatan tanam merupakan salah satu strategi Pemerintah Kota Denpasar untuk menjaga keberlanjutan produksi padi, meningkatkan luas tambah tanam, serta memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim. Ia juga menegaskan, penanaman secara serempak diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam, menekan risiko serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan meningkatkan produktivitas hasil panen.

“Selain menyediakan benih unggul, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis, seperti penyediaan sarana produksi, pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta penerapan inovasi teknologi budidaya yang sesuai dengan kondisi lingkungan,”jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pertanian perkotaan, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus melestarikan sistem Subak sebagai warisan budaya yang tetap hidup di tengah perkembangan Kota Denpasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....