Pemkot Denpasar Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan

  • 29 Jul 2026 15:16 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui aksi penanaman 15.000 bibit mangrove dalam rangka Puncak Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Minggu 26 Juli 2026. Kegiatan mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang" sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Penanaman 15.000 bibit mangrove jenis Rhizophora Mucronata tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI Moh. Jumhur Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kehutanan RI Rohmat Marzuki, Gubernur Bali Wayan Koster, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Wawali Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. "Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem mangrove sebagai warisan bagi generasi mendatang," ujar Arya Wibawa.

Menurutnya, keberadaan kawasan mangrove memiliki peran penting tidak hanya bagi keseimbangan ekosistem, tetapi juga dalam mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar melalui pengelolaan kawasan berbasis lingkungan. Sementara itu, Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PT PLN Indonesia Power, Ridho Hutomo, mengatakan keberhasilan konservasi mangrove sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat sebagai pengelola kawasan.

Ia menjelaskan, Ekowisata Mangrove Batu Lumbang menjadi contoh bahwa upaya konservasi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendampingan berkelanjutan, pengelolaan mangrove tidak hanya diarahkan untuk rehabilitasi ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

"Ke depan, PLN Indonesia Power akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun masyarakat, agar model konservasi berbasis masyarakat seperti di Batu Lumbang dapat memberikan dampak yang lebih luas," ujar Ridho.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup RI Moh. Jumhur Hidayat menegaskan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau melalui kekayaan ekosistem pesisir, termasuk mangrove.

Menurutnya, mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon yang jauh lebih besar dibandingkan vegetasi daratan pada umumnya. Kemampuan tersebut menjadikan mangrove sebagai salah satu solusi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

"Mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi daratan pada umumnya. Karena itu, penanaman mangrove menjadi langkah strategis dalam mengurangi emisi karbon sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," kata Jumhur.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove agar kekayaan alam Indonesia tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui momentum Hari Mangrove Sedunia 2026, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian kawasan pesisir serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....