Pelatihan PjBL Untrim Sasar Guru PJOK Jembrana

  • 29 Jul 2026 06:34 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Tim pengabdi dari Universitas Tri Atma Mulia (Untrim) PSDKU Jembrana menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Project Based Learning (PjBL) Bagi Guru Pendidikan Jasmani, Selasa 28 Juli 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendukung penerapan Kurikulum Merdeka (KM) melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini dilatarbelakangi temuan di lapangan. Meskipun pelatihan Kurikulum Merdeka pernah diadakan, pelatihan spesifik berbasis PjBL dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam bagi guru PJOK masih belum pernah terselenggara.

Ketua Tim PKM, Ni Gusti Ayu Lia Rusmayani, S.ST., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus pemenuhan kinerja dosen. Pihaknya sengaja menyasar guru PJOK SD di Jembrana agar para pendidik mendapatkan pembaruan ilmu (knowledge update) yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Dosen maupun guru SD sama-sama perlu melakukan pembaruan pengetahuan seiring kemajuan teknologi. Guru SD merupakan ujung tombak yang membentuk generasi masa depan, sehingga pemahaman mendalam terkait Project Based Learning ini sangat krusial," tegas Ayu Lia.

Kegiatan ini turut dibantu oleh dosen pengabdi Dr. Agi Ginanjar, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Nyoman Ayu Putri Lestari, S.Pd., M.Pd. selaku pemateri utama, serta melibatkan tiga mahasiswa (Ni Komang Kristina Pransiska Widiantini, Ida Ayu Putu Purwani Dewi, dan Putu Bayu Widyadhana). Pelatihan ini disambut hangat oleh para peserta yang berasal dari berbagai guru SD Negeri di wilayah Jembrana. Salah satu peserta dari SD Negeri 3 Batuagung, I Putu Dodik Ari Saputra, S.Pd., mengapresiasi kolaborasi nyata antara pihak kampus dan praktisi pendidikan di lapangan.

"Pelatihan ini membuka wawasan baru. Melalui Project Based Learning, hasil yang diperoleh ternyata tidak hanya berupa produk fisik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik dalam proses pembelajaran," ungkap Dodik.

Ia berharap, pelatihan ini mampu mengembangkan kemampuan anak didik dalam proses belajar mengajar sehingga tercipta generasi yang lebih baik di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....