Anggaran Jadi Kendala Pembinaan Generasi Muda Belajar Kearifan Lokal
- 11 Sep 2026 09:28 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pembinaan generasi muda Bali untuk mempelajari seni budaya lokal terkendala anggaran. Pendanaan yang minim mengakibatkan ekosistem kesenian tidak dapat berjalan secara berkelanjutan yang menghambat proses regenerasi seniman.
Guru Besar Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Profesor I Made Surada kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, keterbatasan anggaran yang dialami Kabupaten/Kota terutama dalam bidang kebudayaan, cenderung menghambat program pembinaan generasi muda untuk mencintai local genius (kearifan lokal) di Pulau Dewata. Menurut Prof. Surada, ketika pendanaan APBD atau anggaran mengalami refokusing atau keterbatasan, keberlanjutan sanggar seni, pelatihan berbasis komunitas, dan ruang kreativitas bagi generasi muda pasti terdampak.
Ia mencontohkan keterbatasan anggaran seringkali mengakibatkan sejumlah Kabupaten tidak mengirim duta dalam penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita. Hal itu menunjukkan minimnya anggaran berdampak langsung pada ruang gerak para seniman sastra keagamaan Hindu.
Prof. Surada menyebut, saat alokasi dana dari pemerintah daerah minim, efek domino tidak hanya dirasakan pada skala festival, tetapi juga pada ekosistem pembinaan seniman pemula. “Keterbatasan anggaran menjadi kendala pembinaan generasi muda di Bali mempelajari seni budaya lokal. Anggaran yang minim berpotensi menghambat proses regenerasi seniman,” ujar Prof. Surada.
Sementara, Seniman Sastra Keagamaan Hindu I Gede Arum Gunawan mengakui, anggaran yang minim kerap berdampak terhadap pelestarian nilai budaya. Ia mengatakan, seniman pemula memerlukan ruang untuk berlatih, bereksperimen, dan berkarya yang harus didukung anggaran.
Tanpa subsidi atau anggaran yang cukup otomatis pembinaan karakter generasi muda sulit dilakukan. Arum Gunawan mengatakan, tidak sedikit seniman sastra yang justru menggunakan dana mandiri untuk bisa tampil dalam festival – festival Sastra Keagamaan Hindu yang membuktikan dedikasi terhadap pelestarian nilai – nilai susastra suci.
“Pastinya anggaran menjadi kunci ya dalam pembinaan seniman pemula. Karena untuk menghasilkan karya seni pastinya memerlukan proses yang panjang, ruang untuk berlatih dan bereksperimen,” ujar Arum Gunawan.
Pembentukan karakter generasi muda berbasis local genius kerap terkendala anggaran. Keterbatasan anggaran mengakibatkan sulitnya pembinaan bagi generasi muda di Bali mempelajari seni budaya lokal. Anggaran yang minim turut menghambat proses regenerasi seniman susastra keagamaan Hindu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....