Sungai di Bali Kritis Ekologis akibat Pencemaran Lingkungan
- 28 Jul 2026 14:37 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Sungai – sungai di Bali dilaporkan mengalami kritis ekologis. Kondisi itu dipicu terbatasnya infrastruktur pengolahan sampah, volume wisatawan yang tinggi, serta penumpukan limbah di titik-titik vital seperti Tukad Badung dan Tukad Ayung.
Hal itu mengakibatkan tumpukan sampah plastik, limbah cair domestik, serta pencemaran mikroplastik yang mengubah fungsi ekologis sungai. Pemerhati Lingkungan Bali Ketut Gede Dharma Putra saat dikonfirmasi RRI.CO.ID di Denpasar, Selasa 28 Juli 2026 mengatakan, kritis ekologis sungai ditandai dengan pencemaran sampah plastik, penyempitan badan air, dan alih fungsi lahan di daerah hulu.
Menurutnya, kondisi itu memicu penurunan kualitas air serta meningkatkan risiko bencana hidrologi seperti banjir. Dharma Putra menegaskan, perbaikan sistem sanitasi dan penegakan aturan buang sampah menjadi kunci memulihkan fungsi ekologis sungai dan menekan beban sampah di perairan.
“Sungai di Bali menyandang status kritis ekologis. Kondisi itu dipicu akibat tumpukan sampah plastik, limbah cair domestik, serta pencemaran mikroplastik dan bakteri E. coli yang harus ditangani dengan kesadaran bersama menjaga sumber mata air tetap bersih dan lestari,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Komunitas Peduli Sungai Kota Denpasar Anak Agung Gede Suastika. Menurutnya, fungsi ekologis sungai sudah tidak sesuai peruntukan, dimana sungai justru dijadikan tempat membuah sampah yang mencemari perairan dengan mikroplastik.
Anak Agung Suastika menyebut berkurangnya kawasan hijau dan daerah resapan air di hulu Daerah Aliran Sungai juga memperparah erosi dan pendangkalan sungai. “Berbagai langkah dilakukan komunitas – komunitas peduli sungai salah satunya gerakan melek air untuk menjaga kelestarian sumber mata air,” tuturnya.
Langkah pemantauan dan aksi bersih berkala terus menjadi gerakan yang gencar dilakukan komunitas pemerhati lingkungan dan peduli sungai untuk mengurangi beban darurat sampah di perairan Bali. Apalagi sungai di Pulau Dewata saat menyandang status kritis ekologis akibat tumpukan sampah plastik, limbah cair domestik, serta pencemaran mikroplastik.
Minimnya ruang terbuka hijau serta beban tata kelola air yang buruk turut memicu sumber mata air sungai mengalami kriris ekologis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....