Pengolahan Sampah Menjadi Energi Perlu Evaluasi Teknologi Berkelanjutan

  • 21 Jul 2026 12:51 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dinilai menjadi salah satu alternatif yang lebih baik untuk mengatasi persoalan sampah di Bali dibandingkan sistem open dumping. Meski demikian, penerapan teknologi tersebut harus terus dievaluasi agar dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

Hal itu disampaikan Akademisi Universitas Warmadewa, Dr. I Nengah Muliartha, saat dikonfirmasi RRI.CO.ID di Denpasar. Menurutnya, pemanfaatan sampah menjadi energi merupakan perkembangan positif dalam pengelolaan sampah, namun teknologi yang digunakan harus terus disempurnakan agar semakin ramah lingkungan.

Ia menjelaskan, sistem open dumping selama ini menghasilkan gas metana dan lindi yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan serta pemanasan global. Sementara itu, pengolahan sampah menjadi energi dinilai mampu memberikan manfaat lebih besar apabila diikuti dengan pengendalian emisi dan penggunaan teknologi yang semakin baik.

"Mengubah sampah menjadi energi adalah alternatif yang lebih baik daripada open dumping. Tantangannya sekarang bagaimana teknologi yang digunakan terus diperbaiki sehingga emisi dan dampak lingkungannya semakin kecil," ujar Dr. I Nengah Muliartha.

Menurutnya, berbagai kritik terhadap pembangunan fasilitas pengolahan sampah seharusnya dijadikan bahan evaluasi untuk penyempurnaan teknologi, bukan dianggap sebagai hambatan. Dengan adanya evaluasi yang berkelanjutan, pengelolaan sampah menjadi energi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berwawasan lingkungan.

Dr. Muliartha juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber yang selama ini terus didorong pemerintah. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya diminta memilah atau mengolah sampah organik, tetapi juga perlu diberikan pendampingan mengenai teknik pengomposan yang benar hingga pemanfaatan hasil kompos tersebut.

"Tidak bisa serta-merta menutup TPA tanpa memberikan solusi kepada masyarakat. Pengelolaan sampah harus dilakukan dari hulu sampai hilir agar masyarakat juga memiliki kepastian dalam mengelola sampahnya," katanya.

Ia berharap pembangunan PSEL tidak hanya menjadi solusi akhir dalam penanganan sampah, tetapi juga didukung edukasi kepada masyarakat, penguatan pengelolaan sampah dari sumber, serta evaluasi teknologi secara berkala. Dengan demikian, pengelolaan sampah di Bali dapat berjalan lebih berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....