Pendataan Sensus Ekonomi Bali Baru 23 Persen, Perkotaan Jadi Kendala Utama
- 05 Jul 2026 15:00 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Bali hingga akhir Juni 2026 baru mencapai sekitar 23 persen dari total target pencacahan rumah tangga dan unit usaha. Capaian tersebut masih akan terus meningkat hingga masa pendataan berakhir.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, kepada RRI mengatakan angka 23 persen tersebut dihitung berdasarkan total prelist atau perkiraan jumlah rumah tangga dan unit usaha yang menjadi sasaran sensus. Ia menyebut Kabupaten Buleleng menjadi daerah dengan progres pencacahan tertinggi, sementara Kota Denpasar masih mencatat capaian terendah.
"Progres Sensus Ekonomi 2026 di Bali saat ini telah mencapai sekitar 23 persen. Capaian tertinggi masih di Kabupaten Buleleng, sedangkan yang terendah di Kota Denpasar," jelas Kepala BPS Provinsi Bali.
Menurutnya, rendahnya progres di wilayah perkotaan bukan semata karena minimnya partisipasi masyarakat, melainkan karena banyak responden tidak berada di rumah saat petugas melakukan pendataan. Selain itu, masih ada masyarakat yang belum memahami tujuan sensus sehingga masih ragu memberikan data kepada petugas.
"Kendala terbesar ada di wilayah perkotaan karena responden sering kali sulit ditemui saat petugas datang. Selain itu, masih ada masyarakat yang belum memahami tujuan sensus, sehingga kami berharap dukungan media untuk meningkatkan pemahaman masyarakat," ujarnya.
BPS Provinsi Bali mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 karena data yang dihimpun akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan ekonomi, termasuk pembinaan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). BPS juga memastikan seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....