Teror Anjing Rabies di Jembrana: Dua Balita Terluka
- 20 Jun 2026 16:12 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana: Kasus dugaan penularan virus rabies kembali meresahkan warga Kabupaten Jembrana. Tiga warga di Banjar Tangi, Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara, dilaporkan menjadi korban gigitan seekor anjing yang diduga kuat terjangkit rabies. Mirisnya, dua dari tiga korban tersebut merupakan anak bawah lima tahun (balita).
Anjing ras jantan berwarna cokelat berusia sekitar 3 tahun itu terakhir kali menyerang Sodikun (47) pada Senin 15 Juni 2026) malam sekitar pukul 21.00 WITA. Korban diserang secara mendadak saat menghadiri acara syukuran.
"Kami sedang berkumpul dan mengobrol di depan gang rumah. Tiba-tiba anjing itu menyerang dari belakang dan menggigit kaki saya. Saat diusir, dia menyerang lagi, sampai akhirnya saya lempar batu baru anjing itu lari," ujar Sodikun saat ditemui di kediamannya, Selasa 16 Juni 2026.
Meski tidak sampai mengeluarkan darah, gigitan anjing yang sengaja diliarkan oleh pemiliknya tersebut menyebabkan betis kiri Sodikun lebam dan bengkak.
Menurut Sodikun, serangan terhadap dirinya bukan yang pertama. Sehari sebelumnya, yakni pada Minggu 14 Juni 2026, anjing yang sama telah menggigit dua bocah setempat, yaitu Nara (4) dan Husein (5).
"Husein digigit pada paha kanan hingga luka berdarah. Sebelum itu, anjing yang sama juga menggigit Nara, tapi kondisinya tidak terlalu parah," imbuh Sodikun.
Misteri perilaku agresif anjing tersebut mulai menemui titik terang setelah warga menemukan hewan itu mati di pinggir jalan tidak jauh dari lokasi kejadian pada Selasa 16 Juni 2026 pagi. Mengetahui hal tersebut, para korban langsung melaporkan kejadian ke petugas kesehatan dan bergegas ke puskesmas setempat untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).
Petugas Medikvet Kecamatan Negara, drh. I Putu Hendra Jaya Agus, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa ciri-ciri kasus ini mengarah kuat pada dugaan suspect rabies, terlebih karena anjing tersebut mati mendadak setelah menyerang warga.
"Memang benar anjing itu mati sendiri. Saat ini, sampel otak anjing telah diambil untuk diuji di Laboratorium Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar guna memastikan apakah positif rabies atau tidak," tegas drh. Hendra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....