Musim Angin, Nelayan Jembrana Tetap Melaut untuk Panen Teri

  • 30 Jul 2026 07:17 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Di tengah musim angin yang masih berlangsung di perairan Bali, aktivitas melaut nelayan tradisional di Kabupaten Jembrana tetap berjalan. Meski cuaca menjadi tantangan utama, nelayan mengaku hasil tangkapan justru mulai meningkat seiring datangnya musim ikan teri yang memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat pesisir.

Seorang nelayan Jembrana, Muhammad Yasin, kepada RRI.CO.ID, Sabtu, 25 Juli 2026 mengatakan para nelayan tetap melaut setiap hari selama kondisi cuaca memungkinkan. Menurutnya, saat gelombang dan angin tidak terlalu ekstrem, hasil tangkapan ikan teri mulai melimpah setelah sempat mengalami masa paceklik selama sekitar dua bulan.

"Kalau musim angin ini tergantung cuaca. Kalau cuacanya buruk ya tidak kerja, tapi kalau cuacanya bagus ikannya juga bagus. Sekarang lagi musim ikan teri, baru sekitar tiga hari ini mulai ramai lagi setelah sebelumnya sempat sepi," ujarnya.

Muhammad Yasin menjelaskan, musim ikan teri berdampak positif terhadap pendapatan nelayan. Meski hasil penjualan dibagi kepada seluruh anggota kelompok penangkap ikan, nilai yang diterima tetap lebih baik dibanding saat hasil tangkapan minim.

Sementara untuk ikan berukuran besar seperti tongkol dan cakalang, hasil tangkapan masih bergantung pada keberuntungan. Ia menambahkan, tantangan terbesar yang dihadapi nelayan bukan pada ketersediaan ikan, melainkan kondisi angin dan gelombang yang dapat membatasi aktivitas melaut.

Namun sejauh ini situasi masih dinilai aman sehingga para nelayan tetap berangkat mencari nafkah setiap hari. "Kalau kendala ya cuma angin sama ombak saja. Dapat atau tidak dapat ikan, kami tetap kerja setiap hari. Alhamdulillah sekarang musim teri, jadi penghasilannya masih aman," ungkapnya.

Selain itu, aktivitas melaut di wilayah tersebut masih didominasi warga sekitar dengan melibatkan berbagai kelompok usia. Sebagian generasi muda masih memilih meneruskan profesi sebagai nelayan bersama keluarganya, sementara nelayan yang lebih tua juga tetap aktif melaut selama kondisi fisik memungkinkan.

Memasuki puncak musim angin, para nelayan berharap kondisi cuaca tetap bersahabat sehingga musim ikan teri dapat berlangsung lebih lama dan mampu menjaga stabilitas pendapatan masyarakat pesisir di Kabupaten Jembrana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....