Jelang Galungan, Jembrana Gelontorkan 3 Ton Beras
- 17 Jun 2026 10:35 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan, Pemkab Jembrana menggelar operasi pasar murah secara marathon selama tiga hari di tiga lokasi strategis, dengan memprioritaskan pasokan beras murah bagi masyarakat.
Sebanyak 3 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) disiapkan dan disebar merata di tiga titik, yaitu Pasar Tradisional Tegalcangkring (Kecamatan Mendoyo), Pasar Banjar Tengah (Kecamatan Negara), dan Pasar Umum Pekutatan (Kecamatan Pekutatan).
Sejak dimulai pukul 9.00 WITA, antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Puluhan warga bergantian memadati lokasi untuk mendapatkan sembako dengan harga di bawah pasar. Selain 3 ton beras kemasan 5 kg, petugas juga menyediakan 720 liter minyak goreng dan 150 krat telur ayam.
Untuk meringankan beban ekonomi warga, komoditas yang dijual dipastikan memiliki selisih harga yang lebih murah dari pasaran, seperti minyak goreng di jual Rp15 ribu per liter, sedangkan harga di pasar berkisar Rp16 ribu hingga Rp17 ribu per liter.
Untuk telur ayam di jual Rp50 ribu per krat, harga dipasaran berkisar Rp52 ribu hingga Rp53 ribu per krat. Sementara beras SPHP (medium) dijual Rp57 ribu per sak, lebih murah Rp1000 per sak dibanding harga di pasaran.
Ni Ketut Sukawati, salah seorang warga sangat menyambut antusias kegiatan pasar murah yang digelar pemerintah untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari. "Ini sangat baik sekali, ini bisa di setok untuk hari raya nanti, bisa lebih murah harganya," ujarnya.
Warga juga dapat membeli paket sembako murah seharga Rp122.000 yang sudah mencakup 1 sak beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 krat telur. Berdasarkan pantauan di lapangan, telur ayam menjadi komoditas yang paling diburu dan paling cepat ludes dicari warga.
Petugas Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jembrana, I Putu Gede Mahaputra, kepada RRI, Sabtu 13 Juni 2026, menjelaskan bahwa seluruh komoditas tersebut sengaja dibagi ke tiga wilayah agar intervensi harga bisa berjalan merata.
Melalui langkah taktis ini, Pemkab Jembrana berharap tren kenaikan harga pangan yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan di Bali dapat ditekan, sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....