Permintaan Daging Babi Meningkat Drastis Jelang Galungan di Jembrana
- 16 Jun 2026 10:39 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Menjelang perayaan hari raya Galungan, permintaan daging babi di Jembrana meningkat drastis. Tingginya permintaan ini terpantau di salah satu penjual daging babi di wilayah Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan /Kabupaten Jembrana, Selasa 16 Juni 2026.
Pantauan di lokasi, sejak pagi pukul 6.00 wita, puluhan pembeli berdatangan silih berganti untuk mendapatkan daging babi persiapan Galungan. Penjual daging Ni Made Trisna Dewi (42) warga Desa Dangintukadaya mengungkapkan, penjualan daging babi tiga hari menjelang Galungan meningkat drastis.
"Iya ada peningkatan. Kalau di hari biasa itu dua ekor sehari motongnya, di hari Galungan bisa 20 sampai 25 ekor babi dipotong," ujar Trisna Dewi, ditemui di warungnya.
Kondisi ini, kata Trisna Dewi, sudah terjadi sejak tiga hari sebelum Galungan. Selain permintaan yang cukup tinggi, dari sisi harga juga mengalami peningkatan. Harga daging babi yang sebelumnya Rp75 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp80 ribu per kilogram. Namun untuk harga babi yang masih hidup, dibandrol sekitar Rp45 ribu per kilogramnya.
"Harganya ada kenaikan lagi Rp5.000 per kilogram. Sebelumnya dari Rp75 ribu sekarang menjadi Rp 80 ribu perkilonya, untuk daging bersihnya," katanya.
Sementara, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet), melakukan pemeriksaan pemotongan babi guna menjamin daging yang beredar di pasar layak konsumsi. Kepala Bidang Keswan-Kesmavet Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan bahwa pemeriksaan ketat ini menyasar 31 titik pemotongan hewan di seluruh wilayah Jembrana.
"Kami menerapkan dua tahap pemeriksaan komprehensif, yaitu ante mortem (pemeriksaan fisik sebelum disembelih) dan post mortem (pemeriksaan organ dalam setelah disembelih)," ujar Sugiarta.
Pemeriksaan intensif ini difokuskan untuk mendeteksi dini parasit, bakteri, serta mengantisipasi penyebaran virus African Swine Fever (ASF) yang dilaporkan mulai mengancam beberapa wilayah di Bali. Petugas memeriksa secara detail bagian organ dalam seperti hati, paru-paru, jantung, dan saluran pencernaan guna memastikan kualitas daging benar-benar sehat.
Dari hasil pemeriksaan Tim Medis Veteriner (Medivet) yang disiagakan di setiap kecamatan, bahwa tidak ditemukan adanya indikasi gejala klinis maupun suspect virus ASF pada seluruh sampel daging yang diperiksa. Selain itu, pasokan babi di tingkat peternak lokal dipastikan sangat mencukupi untuk memenuhi lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Meski hasil pemantauan menunjukkan kondisi aman, Pemkab Jembrana tidak ingin lengah. Bidang Keswan-Kesmavet berkomitmen untuk terus menggencarkan monitoring berkala, memberikan edukasi kepada peternak, memperketat prosedur biosecurity, serta mendistribusikan disinfektan secara gratis. Langkah preventif ini diambil demi membentengi wilayah Jembrana dari potensi penularan virus ASF di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....