Kijang Terluka Masuk Permukiman Warga di Karangasem

  • 08 Jun 2026 11:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Karangasem - Seekor kijang liar ditemukan dalam kondisi terluka di pekarangan rumah warga di Desa Selat, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Sabtu 6 juni 2026. Satwa yang merupakan jenis kijang (Muntiacus muntjak) itu kemudian dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama aparat kepolisian dan tenaga medis hewan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Laporan mengenai keberadaan satwa tersebut diterima sekitar pukul 09.00 WITA dari warga yang menemukan kijang berada di pekarangan rumahnya. Menyadari satwa tersebut merupakan satwa liar yang membutuhkan penanganan khusus, warga segera melaporkan kejadian itu kepada Polsek Selat yang kemudian berkoordinasi dengan petugas Resor KSDA Wilayah Karangasem–Pelabuhan Padangbai.

Tim gabungan selanjutnya menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan kondisi satwa. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kijang mengalami luka pada bagian punggung sebelah kanan, tanduk, dan kaki.

Luka tersebut diduga akibat satwa terjatuh saat berusaha melompati pagar rumah warga sebelum akhirnya masuk ke area permukiman. Petugas Resor KSDA Wilayah Karangasem–Pelabuhan Padangbai mengatakan, saat menerima informasi dari Polsek Selat, pihaknya segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Kondisi satwa saat ditemukan masih hidup, namun mengalami beberapa luka sehingga memerlukan penanganan medis secepatnya. Berkat kerja sama yang baik antara masyarakat, kepolisian, dokter hewan, dan BKSDA Bali, proses evakuasi dapat berjalan dengan baik.

Untuk memastikan kondisi kesehatannya, satwa tersebut mendapat penanganan medis awal oleh dokter hewan dari Puskeswan Selat. Hasil pemeriksaan menunjukkan kijang masih memerlukan observasi dan perawatan lanjutan. Selanjutnya, satwa dievakuasi ke Bali Zoo untuk menjalani observasi intensif, pemantauan kondisi kesehatan, dan penanganan medis lebih lanjut.

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, mengapresiasi langkah cepat masyarakat Desa Selat yang segera melaporkan keberadaan satwa liar tersebut kepada pihak berwenang. "Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Desa Selat yang telah mengambil langkah yang tepat dengan segera melaporkan keberadaan satwa liar kepada pihak berwenang. Kami juga mengapresiasi dukungan Polsek Selat, Puskeswan Selat, Bali Zoo, dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam proses penyelamatan satwa kijang ini," ujar Ratna Hendratmoko.

Ratna juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penanganan secara mandiri terhadap satwa liar yang ditemukan di lingkungan permukiman. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada BKSDA Bali atau petugas KSDA setempat apabila menemukan satwa liar yang mengalami luka atau membutuhkan bantuan.

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, dan lembaga konservasi dalam menjaga kelestarian satwa liar beserta habitatnya. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam upaya konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati di Bali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....