MICE Bisa Dongkrak Kunjungan Wisatawan hingga 30 Persen
- 08 Jun 2026 12:16 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Industri Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE) dinilai masih menjadi salah satu penopang penting sektor pariwisata Bali. Di tengah tantangan global yang memengaruhi perjalanan wisata, Bali tetap memiliki peluang besar untuk mempertahankan posisinya sebagai destinasi MICE kelas dunia, asalkan didukung promosi yang berkelanjutan dan pembenahan infrastruktur.
Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali sekaligus Ketua Umum DPP Nawa Cita Pariwisata Indonesia, Dr. Gusti Kade Sutawa, kepada RRI.CO.ID, Jumat, 5 Juni 2026 mengatakan perkembangan industri MICE di Bali terus menunjukkan potensi yang positif karena Pulau Dewata telah lama dikenal sebagai destinasi penyelenggaraan berbagai kegiatan internasional. Menurutnya, selain melayani wisatawan individu maupun wisata rekreasi, Bali juga memiliki kekuatan pada segmen MICE yang mampu menopang tingkat kunjungan wisatawan dan okupansi hotel.
“Kalau MICE ini kan belakangan semakin bertumbuh, karena Bali sendiri memang sudah dikenal menjadi destinasi MICE. Banyak tempat meeting, incentive, conference, dan exhibition terutama di Nusa Dua. Ini menjadi value buat Bali karena selain wisatawan individual dan leisure, ada juga MICE. Bali sudah sangat terkenal karena event-event internasional juga banyak dilaksanakan di Bali,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah bahkan pernah memiliki gagasan membangun pusat MICE khusus dengan kapasitas yang lebih besar. Meski belum terealisasi, rencana tersebut dinilai akan menjadi langkah positif dalam memperkuat daya saing pariwisata Bali.
Menurutnya, sektor MICE sangat penting untuk menunjang tingkat hunian kamar hotel sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun demikian, ia mengakui kondisi global saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri pariwisata. Kenaikan biaya perjalanan akibat situasi internasional membuat sebagian wisatawan menunda rencana bepergian.
“Sekarang keluhannya lebih banyak pada paket tour yang naik. Banyak orang berpikir ulang untuk pergi berwisata dalam situasi begini. Jadi buat saya, potensi MICE untuk Bali sangat luar biasa. Ini perlu terus dilakukan promosi, baik ke pasar domestik seperti Jakarta, Surabaya, Bandung maupun ke pasar luar negeri melalui event-event internasional,” katanya.
Gusti Kade Sutawa juga menilai pasar domestik masih memiliki peluang besar untuk menopang industri MICE di tengah kondisi tersebut. Ia berharap kegiatan-kegiatan pertemuan dari berbagai instansi maupun perusahaan dapat lebih banyak diselenggarakan di Bali.
“Kalau sementara situasi global masih begini, domestik ini masih bisa. Meeting-meeting dan MICE dari domestik tentu bisa. Dulu saat krisis maupun saat Gunung meletus, kita memohon kepada BUMN-BUMN supaya event-event diperbanyak di Bali sehingga bisa meningkatkan tingkat kunjungan,” ujarnya.
Dari sisi fasilitas, menurutnya Bali sebenarnya telah memiliki hotel-hotel dan ruang pertemuan yang memadai. Pengalaman menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional, termasuk penyelenggaraan G20, menunjukkan kesiapan Bali dalam menggelar kegiatan berskala besar.
“Untuk sementara event-event besar sudah sering dilaksanakan. Hotel-hotel besar rata-rata punya meeting room, terutama di Nusa Dua. Artinya sudah cukup. Tapi ke depan memang harus ada tempat event yang lebih besar dan bertambah lagi,” tambahnya.
Ia juga menilai pemerataan pembangunan fasilitas MICE di luar Bali Selatan perlu didorong sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas. Di sisi lain, pembenahan infrastruktur tetap menjadi pekerjaan penting. Kemacetan lalu lintas dan persoalan infrastruktur dasar dinilai harus segera mendapat solusi agar daya saing Bali tetap terjaga.
“Kita sangat diuntungkan karena Bali masih menjadi the best tourist destination. Tapi kita harus berbenah, tidak boleh hanya puas begitu saja. Harus berbenah terus karena saing-saing kita juga melakukan perbaikan-perbaikan. Masalah jalan yang macet itu harus diurai secepatnya dan harus ada solusi,” tegasnya.
Untuk prospek ke depan, Gusti Kade Sutawa tetap optimistis industri MICE akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Bali. “Menurut saya, MICE akan tetap baik untuk Bali. Saya masih optimis akan bertumbuh terus. Segmen MICE ini memberikan kontribusi sekitar 20 sampai 30 persen dari tingkat kunjungan wisatawan. Itu lumayan besar dan sangat potensial sekali untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi hingga media, dapat bersinergi memperbaiki berbagai aspek pendukung pariwisata sehingga Bali tetap menjadi destinasi wisata unggulan dunia. “Semua stakeholder harus bersatu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap fasilitas pariwisata. Keluhan-keluhan seperti kemacetan, sampah, dan infrastruktur harus ada solusi riil. Kalau itu dilakukan, saya rasa Bali akan tetap menjadi destinasi wisata terfavorit di dunia,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....