InJourney Airports dan Pemprov Bali Perkuat Akses Bandara Ngurah Rai
- 19 Jun 2026 11:21 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Mangupura – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports bersama Pemerintah Provinsi Bali serta seluruh pemangku kepentingan menyamakan visi dalam memperkuat aksesibilitas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai” yang digelar di Kuta, Bali, Senin, 15 Juni 2026, seluruh stakeholder menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam menjawab tantangan aksesibilitas bandara. Hadir dalam FGD yang merupakan kelanjutan dari program serupa pada 2025 ini antara lain Gubernur Bali I Wayan Koster, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi InJourney Airports Ferry Kusnowo, para pemangku kepentingan sektor transportasi dan pariwisata, serta perwakilan bendesa adat.
Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi InJourney Airports Ferry Kusnowo menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali dalam menjawab tantangan aksesibilitas transportasi, khususnya di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. “Sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi, kami bekerja sama dengan Universitas Udayana telah melakukan kajian komprehensif terkait berbagai persoalan aksesibilitas dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai,” ujar Ferry Kusnowo.
Menurutnya, implementasi rekomendasi hasil kajian tersebut memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan yang terintegrasi, bertahap, dan kolaboratif. “Kami menyadari bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas instansi. Kami mengharapkan masukan dan kontribusi konstruktif dari seluruh pihak agar program penguatan aksesibilitas ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun wisatawan,” imbuh Ferry.
Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan penguatan infrastruktur dan layanan transportasi di Bali. “Pertumbuhan kunjungan wisatawan telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Bali. Namun, sebagai destinasi wisata kelas dunia, persoalan kemacetan harus menjadi perhatian bersama dan diselesaikan secara terpadu,” kata Koster.
Ia menambahkan bahwa penguatan ekosistem pariwisata Bali perlu terus dilakukan di berbagai aspek pendukung. “Ekosistem pariwisata Bali harus terus diperkuat, mulai dari infrastruktur transportasi, keamanan, hingga aspek pendukung lainnya. Semua harus menjadi prioritas,” jelasnya.
Koster juga mendorong agar seluruh kesepakatan segera ditindaklanjuti dengan target yang jelas. “Jika semua sudah sepakat, segera laksanakan dan tetapkan target penyelesaiannya. Seluruh pihak harus bekerja sama agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat dan wisatawan,” tegasnya.
CEO Kantor Regional II InJourney Airports Wahyudi menyampaikan bahwa berbagai pembenahan telah dilakukan di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk meningkatkan kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan pengguna jasa.
Sejak 2024, perluasan akses jalan dan penambahan jalur kendaraan di dalam kawasan bandara telah dilakukan. Namun, seiring meningkatnya volume kendaraan, masih diperlukan pembenahan akses di sejumlah titik di luar kawasan bandara.
Wahyudi berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pelayanan dan konektivitas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....