Lapas Kerobokan Perkuat Transparansi Melalui Dialog Terbuka dengan Warga Binaan

  • 08 Jun 2026 12:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan menggelar komunikasi dua arah antara manajemen, jajaran petugas, dan perwakilan warga binaan sebagai upaya memperkuat transparansi layanan sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Blok Hunian Lapas Kerobokan pada Rabu, 3 Juni 2026.

Dialog terbuka ini menjadi wadah penyampaian informasi sekaligus penyerapan aspirasi warga binaan agar berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan setara. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya Program ke-6 mengenai pemberantasan peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rumah Tahanan melalui mitigasi risiko gangguan keamanan secara partisipatif.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Lapas menyosialisasikan prosedur layanan integrasi yang diberikan secara gratis kepada warga binaan. Selain itu, jajaran manajemen juga kembali menegaskan komitmen penerapan Zero Handphone di lingkungan Lapas serta larangan terhadap segala bentuk pungutan liar, termasuk yang mengatasnamakan uang kebersihan.

Sebagai bagian dari peningkatan pelayanan, Lapas Kerobokan juga memperkenalkan mekanisme jemput bola, di mana petugas secara proaktif memanggil warga binaan enam bulan sebelum masa ekspirasi untuk memperoleh informasi terkait hak-hak layanan integrasi. Sistem tersebut dioptimalkan melalui pemanfaatan mesin Self Service guna memberikan akses informasi yang lebih transparan tanpa perantara.

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, memberikan apresiasi terhadap inovasi komunikasi yang diterapkan Lapas Kerobokan. Menurutnya, pendekatan dialog terbuka menjadi langkah strategis dalam membangun kepercayaan, baik di lingkungan internal maupun di mata publik.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Tunggul Buono, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meluruskan berbagai persepsi mengenai layanan di dalam lapas sekaligus memperkuat komitmen terhadap integritas dan keamanan. "Ruang dialog ini adalah wadah meluruskan persepsi; layanan kami sepenuhnya gratis dan tidak ada ruang bagi pungutan liar ataupun pelanggaran keamanan. Mari bersama kita bangun hubungan yang harmonis agar proses pembinaan berjalan optimal," ungkap Tunggul Buono.

Melalui forum komunikasi ini, Lapas Kerobokan berharap tercipta hubungan yang lebih terbuka antara petugas dan warga binaan sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara optimal, transparan, dan kondusif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....