Bali dan Wilayah Sekitarnya Diguncang Puluhan Gempa Bumi Dangkal

  • 25 Mei 2026 07:54 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Sepanjang periode minggu ke 3 bulan Mei 2026, Stasiun Geofisika Denpasar kembali mencatat puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya. Gempabumi yang didominasi gempa dangkal tersebut diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif.

PMG Ahli Pertama Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, wilayah Bali dan sekitarnya dilanda 65 kejadian gempabumi dengan magnitudo bervariasi mulai dari 1.3 hingga 4.6. Ia menjelaskan, gempa bumi tersebut didominasi gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km sebesar 78 persen dari total kejadian gempa bumi.

Azany Harits mengatakan, jumlah gempabumi dangkal sebanyak 51 kejadian, terdapat 14 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 21 persen dari total kejadian gempabumi, dan tidak ada kejadian gempabumi dengan kedalaman lebih dari 300 km. "Stasiun Geofisika Denpasar mencatat 65 kejadian gempabumi terjadi di Bali dan wilayah sekitarnya. Dari total kejadian gempabumi tersebut tidak ada gempa yang dirasakan masyarakat Bali maupun wilayah sekitarnya karena didominasi gempabumi dangkal," ujarnya.

Azany Harits mengungkapkan, dari total gempa yang terjadi, 92 persen atau 60 kejadian gempabumi tercatat bermagnitudo kurang dari 3. Sedangkan 5 kejadian gempa bumi dengan mangnitudo 3 hingga kurang dari 5 atau 7 persen dari total kejadian gempabumi dan tidak terdapat gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5.

"Puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya sepanjang minggu ke-3 bulan Mei 2026. Gempa yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif tersebut didominasi gempabumi dangkal," tuturnya.

Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar, dari total 65 kejadian gempabumi tersebut, 43 kejadian gempabumi terjadi di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Serta 22 kejadian gempabumi terjadi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang diperkirakan berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores dan aktivitas sesar aktif.

Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di wilayah Bali dan sekitarnya. Masyarakat diimbau mengupdate informasi dari sumber terpercaya, karena hingga kini gempabumi belum bisa diprediksi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....