BPDP Gandeng Mahasiswa se-Bali Tingkatkan Literasi Sawit Nasional

  • 21 Mei 2026 13:02 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Universitas Udayana menggelar kegiatan GenSawit 2026 di Ruang Nusantara, Univesitas Udayana pada Rabu, 20 Mei 2026 sebagai upaya meningkatkan literasi generasi muda terhadap sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia. Kegiatan tersebut menghadirkan mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan narasumber kompeten terkait perkembangan dan tantangan industri sawit nasional.

Kepala Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPBD, Aida Fitria, mengatakan kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang memiliki peran besar terhadap perekonomian Indonesia. Ia menyebut luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 16,8 juta hektar, dengan sekitar 42 persen dimiliki oleh perkebunan rakyat.

“Hal ini menunjukkan bahwa sawit bukan hanya industri besar, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan Indonesia saat ini menjadi produsen sawit terbesar di dunia dengan produksi mencapai sekitar 46,5 juta ton pada tahun 2025. Industri sawit juga disebut memberikan kontribusi devisa hingga 30,5 miliar dolar Amerika Serikat serta menciptakan lapangan kerja bagi hampir 19,5 juta orang secara langsung maupun tidak langsung.

Selain menopang sektor ekonomi, sawit juga dinilai berkontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui program B40 Biodiesel. Program tersebut menjadi bagian dari upaya transisi energi berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi dan menekan emisi karbon.

Meski demikian, Aida mengakui pembangunan sawit berkelanjutan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari peningkatan produktivitas, penguatan inovasi, hingga pengembangan industri hilir yang lebih maju. Dalam kesempatan tersebut, Aida juga memaparkan enam program utama BPDP yang mendukung pengembangan industri sawit nasional.

Program tersebut meliputi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), dukungan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia melalui beasiswa dan pelatihan, penelitian dan pengembangan berbasis riset, insentif biodiesel, serta promosi sawit Indonesia di tingkat global. Khusus untuk kalangan akademisi dan mahasiswa, BPDP menghadirkan Program Grand Research Sawit yang memberikan kesempatan pendanaan riset bagi dosen dan mahasiswa yang memiliki inovasi terkait industri sawit.

Aida berharap mahasiswa dapat menyerap informasi secara objektif dan tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi mengenai sawit yang beredar di media sosial. Menurutnya, generasi muda perlu lebih kritis dalam memahami isu sawit nasional maupun global.

“Kami berharap mahasiswa dapat memperluas wawasan, meningkatkan kepedulian, serta berkontribusi melalui ide, inovasi, dan karya nyata bagi masa depan industri sawit Indonesia,” katanya.

Ia juga menilai berbagai isu negatif mengenai sawit perlu dikaji secara lebih objektif karena Indonesia saat ini merupakan produsen sawit terbesar dunia. Menurutnya, sawit menjadi salah satu jawaban terhadap tantangan kebutuhan pangan dan energi masa depan karena penggunaan lahannya dinilai lebih efisien dibanding minyak nabati lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....