Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Masih Kuat

  • 19 Mei 2026 12:07 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat desa. Kondisi tersebut didukung fundamental ekonomi Indonesia yang masih terjaga di tengah tantangan ekonomi global.

Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan dan Operasional Universitas Warmadewa, Dr. Putu Ngurah Suryatna Yasa, S.E., M.Si., mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,61 persen yang didorong oleh investasi dan konsumsi masyarakat.

“Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi Indonesia itu kan positif ya 5,61 persen yang didorong oleh investasi dan konsumsi. Jadi peran konsumsi masyarakat itu sangat besar,” ujarnya.

Menurutnya, tingginya konsumsi masyarakat menjadi salah satu faktor utama penopang stabilitas ekonomi nasional. Kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan dengan baik meski terjadi pelemahan rupiah.

Selain pertumbuhan ekonomi, indikator fundamental lainnya seperti inflasi dan cadangan devisa juga dinilai masih berada dalam kondisi yang cukup baik. Hal tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang kuat menghadapi tekanan global.

“Kalau inflasi fundamental ekonomi yang ditunjukkan oleh inflasi ini juga sangat bagus. Kemudian cadangan devisa kita juga cukup bagus,” jelasnya.

Suyatna Yasa menilai pelemahan rupiah saat ini hanya bersifat sementara dan tidak akan berlangsung dalam jangka panjang. Karena itu, masyarakat diminta tidak perlu terlalu khawatir terhadap kondisi tersebut.

“Saya kira ini fenomena yang tidak akan terus berlanjut, pasti nanti akan turun dia. Jadi jangan perlu khawatir,” katanya.

Dr. Putu Ngurah Suryatna Yasa berharap stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga sehingga aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk di tingkat desa, dapat terus tumbuh dan berkembang secara positif.(Penulis: Ketut Andani)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....