ASN Pemerintah Provinsi Bali Diminta Bergerak Cepat

  • 27 Mar 2026 14:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Bali diminta bergerak cepat atau “tancap gas” dalam mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah. Hal ini disampaikan saat pengarahan pejabat Pemprov Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya.

Gubernur Bali Wayan Koster menekankan pentingnya kesamaan visi dan langkah seluruh pejabat, dengan berpedoman pada konsep pembangunan Bali Era Baru yang tertuang dalam Peraturan Daerah tentang Haluan Pembangunan Bali 100 tahun ke depan. Ia meminta seluruh jajaran tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu menjalankan program secara nyata.

“Lima tahun ke depan merupakan masa krusial untuk membangun fondasi Bali yang kuat,” ucapnya.

Gubernur menegaskan pentingnya sosialisasi program kepada masyarakat agar arah pembangunan daerah dapat dipahami secara luas. Selain itu, Gubernur menyoroti pelaksanaan pungutan wisatawan asing yang telah berjalan sejak 2024.

Hingga kini, partisipasi wisatawan masih belum optimal, meskipun telah mengalami peningkatan dari 32 persen menjadi 35 persen, dengan total pendapatan ratusan miliar rupiah. Ia menyayangkan banyaknya muncul pernyataan dimedia sosial seolah-olah telah terjadi penyalahgunaan pemanfaatan PWA.

Gubernur Koster memastikan sistem pungutan dilakukan secara digital sehingga transparan dan bebas dari penyelewengan. Ia juga meminta jajarannya kompak memberikan penjelasan kepada publik di tengah maraknya opini negatif di media sosial yang berdampak pada penurunan penerimaan di tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali juga menegaskan enam prioritas pembangunan, mulai dari penguatan adat dan budaya, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, penguatan ekonomi berbasis lokal, pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, hingga transformasi Bali menuju pulau digital. Menutup arahannya, Gubernur Koster mendorong seluruh perangkat daerah bekerja lebih progresif, termasuk menekan angka stunting, memperkuat kedaulatan pangan, serta mempercepat penggunaan energi bersih dan kendaraan listrik di Bali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....