Ekonomi Bertumbuh Harus Disokong Pemerataan dan Stabilisasi
- 04 Mar 2026 13:51 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Ditengah ketidakpastian perekonomian global, berbagai strategi harus dilakukan Pemerintah Provinsi Bali untuk memastikan perekonomian bertumbuh positif. Apalagi ekonomi Bali tahun ini diproyeksikan bertumbuh 5,4 hingga 6,2 persen.
Pengamat Ekonomi Bali Dr. I Gusti Wayan Murjanayasa dikonfirmasi RRI di Denpasar, Rabu 4 Maret 2026 mengatakan, ada sejumlah hal yang harus dipastikan aman untuk menyokong pertumbuhan ekonomi yakni pemerataan dan stabilisasi ekonomi. Ia menjelaskan, stabilisasi perekonomian artinya memastikan inflasi rendah dan melindungi daya beli masyarakat.
Sedangkan pemerataan ekonomi difokuskan pada kebijakan - kebijakan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan secara merata. “Kiat harus optimis ekonomi Bali tahun ini bertumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi secara signifikan harus disokong sejumlah hal krusial yakni pemerataan dan stabilisasi,” ujar Murjana Yasa.
Murjana Yasa mengakui, sejumlah hal masih dihadapi Pemerintah untuk mewujudkan pemerataan dan stabilisasi ekonomi. Diantaranya, ketimpangan antarwilayah, akses yang terbatas, fluktuasi harga dan ketergantungan ekspor.
Murjana Yasa menyebut, hal itu menghambat pertumbuhan inklusif dan menurunnya daya beli masyarakat. “Ketimpangan antar wilayah sering kali menghambat pertumbuhan ekonomi, hal itu yang haru dibenahi terlebih dahulu untuk stabilisasi ekonomi. Apalagi ditengah ketidakpastian ekonomi global, harus ada strategi yang dilakukan untuk pertumbuhan ekonomi kea rah positif,” tuturnya.
Pemerataan dan stabilisasi ekonomi menjadi kunci menggeliatkan pertumbuhan ekonomi Bali. Di mana tahun ini pertumbuhan ekonomi Bali diproyeksi di kisaran 5,4–6,2 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Bali di atas 5 persen dengan rincian Triwulan I tumbuh 5,52% (yoy), Triwulan II 5,95%, dan Triwulan III tumbuh 5,88%.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....