BNNK Badung: Vape Ilegal Berisi Narkotika Telah Masuk Bali

  • 01 Mar 2026 07:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung memonitor maraknya temuan cairan vape ilegal yang disusupi narkotika. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena dinilai berpotensi membahayakan masyarakat, terutama generasi muda.

Kepala BNNK Badung AKBP Dewa Ketut Darma Aryawan kepada RRI.CO.ID, Jumat 27 Februari 2026 mengatakan pihaknya telah memantau informasi terkait peredaran cairan vape yang dicampur zat narkotika. “Jadi untuk saat ini tadi kita BNN Kabupaten Badung sudah memonitor maraknya temuan cairan vape ilegal yang disusupi narkotika,” ujarnya.

Ia menjelaskan, zat yang ditemukan dalam cairan vape tersebut adalah Etomidate, yang merupakan obat bius medis dan kini termasuk dalam narkotika golongan dua. “Jadi zat yang dicampur itu ada namanya Etomidate. Jadi itu adalah obat bius medis yang kini masuk narkotika golongan dua,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan vape yang mengandung narkotika memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Dampaknya dapat berupa penurunan kesadaran hingga risiko kematian.

“Bahayanya memang, dampak penggunaan vape yang mengandung narkoba itu adalah meliputi penurunan kesadaran, pingsan, kemudian bisa kelumpuhan otot, kebingungan, gangguan jantung hingga potensi kematian,” katanya.

Terkait peredarannya di Bali, Darma Aryawan menyebut kasus tersebut sudah terdeteksi. Bahkan, baru-baru ini telah dilakukan penyitaan ratusan liquid vape yang mengandung narkotika.

“untuk peredaran sudah masuk ke Bali. Jadi ini buktinya kemarin bulan ini BNNP Bali menyita sekitar 672 liquid vape yang mengandung narkoba tadi di wilayah Denpasar Selatan,” ungkapnya.

Meski demikian, untuk wilayah Badung sendiri pihaknya masih melakukan pemantauan intensif. “Jadi kita pantau untuk wilayah Badung. Jadi untuk saat ini yang sudah ditemukan dan sudah dilakukan penyitaan yaitu di daerah Denpasar Selatan,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, BNNK Badung terus menggencarkan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba, termasuk tren penyalahgunaan cairan vape. “Jadi kita BNNK Badung saat ini sedang gencar-gencarnya melaksanakan kegiatan sosialisasi edukasi tentang bahaya narkoba, terutama yang lagi tren saat ini adalah penggunaan cairan liquid vape tersebut,” katanya.

Kegiatan sosialisasi tersebut telah berjalan sejak awal tahun dan menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan pendidikan hingga komunitas keagamaan. “Jadi kita dari bulan Januari kita sudah laksanakan sosialisasi, baik di tingkat lingkungan pendidikan, kampus, maupun masyarakat, dan terakhir di lingkungan gereja, kemudian di lingkungan kegiatan-kegiatan pelajar yang melibatkan umat Hindu dan umat Muslim,” jelasnya.

BNNK Badung juga menjadikan kegiatan edukasi ini sebagai agenda rutin setiap minggu dengan menyasar berbagai wilayah di Badung “Untuk kegiatan sosialisasi itu memang kita rencanakan sudah menjadi agenda kita, setiap minggu kita laksanakan kegiatan sosialisasi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga aktif memberikan edukasi di sekolah-sekolah melalui kegiatan upacara bendera. “Untuk SD, SMP, dan SMA, kita setiap hari Senin menjadi inspektur upacara sekaligus memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan bahaya penggunaan vape yang tren saat ini,” tambahnya.

BNNK Badung juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan produk vape dan memastikan produk yang digunakan legal serta memiliki pita cukai resmi “Pergunakanlah vape yang digunakan legal dan berpita cukai resmi. Hindari membeli liquid vape yang tidak jelas produsennya, karena di situlah peluang modus operandi para pengedar narkoba,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat turut berperan aktif dalam mencegah peredaran narkoba dengan melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan. “Kami mengimbau apabila masyarakat melihat atau penjual vape yang mencurigakan segera lapor ke BNK Badung atau BNNP Bali,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....