Tim Gabungan Gagalkan Pengiriman Ribuan Ekor Burung Tanpa Dokumen
- 16 Mei 2026 09:56 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Tim gabungan lintas instansi berhasil menggagalkan upaya pengiriman 1.424 ekor burung tanpa dokumen resmi di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai, Kamis 14 Mei 2026. Operasi tersebut melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Bali, KP3, TNI AL, Polsek Karangasem, serta LSM Flight Protecting Indonesia’s Birds.
Di Pelabuhan Gilimanuk, petugas menemukan tiga box berisi 32 ekor burung tanpa dokumen resmi yang diangkut menggunakan bus antarprovinsi tujuan Surabaya. Burung yang diamankan terdiri dari berbagai jenis seperti Kacamata Bali, Sikatan Rimba Dada Coklat, Cinenen Jawa, Perenjak Jawa, dan Anis Merah. Seluruh burung ditemukan dalam kondisi hidup dan sebagian masih anakan.
Sementara itu, di Pelabuhan Padangbai, petugas menemukan 14 box berisi 1.392 ekor burung yang diangkut menggunakan bus dari Nusa Tenggara Barat menuju Situbondo dan Klaten. Jenis burung yang diamankan di antaranya Kacamata Lombok, Kacamata Wallacea, Cucak Kombo, Cendet, hingga Burung Madu Sriganti. Seluruh satwa tersebut diketahui tidak dilengkapi Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN) sebagaimana diwajibkan dalam aturan pengangkutan satwa liar.
Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menegaskan dokumen resmi pengangkutan sangat penting untuk memastikan asal usul satwa, menjamin kesehatan satwa, serta mencegah perdagangan ilegal.
“Dokumen resmi pengangkutan sangat penting untuk memastikan asal usul satwa jelas, menjamin kesehatan satwa, serta mencegah potensi pelanggaran dan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar,” ujarnya.
BKSDA Bali juga mengimbau masyarakat, pelaku usaha, penghobi burung, dan jasa angkutan agar selalu melengkapi dokumen resmi dalam setiap pengangkutan satwa liar antar daerah. Pengawasan di pintu masuk dan keluar Bali disebut akan terus diperkuat guna mencegah perdagangan ilegal dan menjaga kelestarian satwa liar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....