Denpasar Job Fair 2026 Targetkan Serap 1.200 Tenaga Kerja
- 28 Feb 2026 19:01 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar menargetkan 1.200 tenaga kerja terserap dalam Denpasar Job Fair 2026 yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang. Target tersebut setara 60 persen dari total 2.602 lowongan kerja (loker) yang disediakan.
Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan HUT ke-238 Kota Denpasar dan D’TIK Festival ini berlangsung selama tiga hari, 27 Februari hingga 1 Maret 2026.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, I Gusti Ayu Ngurah Raini, mengatakan pelaksanaan tahun ini dirancang lebih selektif untuk memastikan efektivitas penempatan. Dari 56 perusahaan yang mengajukan partisipasi dengan total 7.071 loker, hanya 30 perusahaan yang lolos verifikasi.
“Daripada pesertanya banyak tetapi serapannya kecil, kami memilih lebih selektif. Kami punya target serapan yang jelas sehingga perusahaan yang ikut benar-benar berkomitmen melakukan perekrutan,” ujar Raini, Jumat 27 Februari 2026.
Dari 2.602 loker yang tersedia, sebanyak 913 posisi (35 persen) untuk penempatan dalam negeri dan 1.689 posisi (65 persen) untuk penempatan luar negeri. Perusahaan yang terlibat berasal dari berbagai sektor, seperti BUMN, perbankan, perhotelan, distributor, ritel, jasa, konstruksi, otomotif, rumah sakit, hingga perusahaan penempatan pekerja migran (P3MI).
Menurut Raini, tingginya minat masyarakat bekerja ke luar negeri menjadi salah satu pertimbangan dominasi loker luar negeri. Untuk memastikan proses berjalan sesuai regulasi, pihaknya juga menghadirkan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).
“Animo pencari kerja untuk bekerja ke luar negeri cukup tinggi. Kami fasilitasi agar prosesnya resmi dan terlindungi,” katanya.
Job Fair 2026 diperkirakan dihadiri 3.000–4.000 pencari kerja, mulai dari lulusan SMA/SMK, perguruan tinggi, pencari kerja berpengalaman, hingga kelompok rentan.
Selain membuka akses lowongan, kegiatan ini juga mengintegrasikan layanan ketenagakerjaan seperti pendaftaran AK1, konsultasi ketenagakerjaan, serta informasi pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
Raini menambahkan, data final penempatan tenaga kerja belum dapat diketahui saat kegiatan berlangsung karena sejumlah perusahaan masih membuka proses rekrutmen hingga kebutuhan tenaga kerja terpenuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....