Bali dan Wilayah Sekitarnya diguncang Puluhan Gempa Bumi Dangkal

  • 09 Agt 2026 09:53 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Sepanjang periode minggu ke 5 bulan Juli 2026, Stasiun Geofisika Denpasar kembali mencatat puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya. Gempabumi yang didominasi gempa dangkal tersebut diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif.

PMG Ahli Pertama Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar, wilayah Bali dan sekitarnya dilanda 40 kejadian gempabumi dengan magnitudo bervariasi mulai dari 1.6 hingga 3.7. Ia menjelaskan, gempa bumi tersebut didominasi gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km sebesar 90 persen dari total kejadian gempa bumi.

Azany Harits mengatakan, jumlah gempabumi dangkal sebanyak 36 kejadian, terdapat 4 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 10 persen dari total kejadian gempabumi, dan tidak ada kejadian gempabumi dengan kedalaman lebih dari 300 km. “Puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya sepanjang periode minggu ke 5 bulan Juli 2026. Gempa yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif tersebut didominasi gempabumi dangkal,” ujarnya.

Azany Harits mengungkapkan, dari total gempa yang terjadi, 85 persen atau 34 kejadian gempabumi tercatat bermagnitudo kurang dari 3. Sedangkan 6 kejadian gempa bumi dengan mangnitudo 3 hingga kurang dari 5 atau 15 persen dari total kejadian gempabumi dan tidak terdapat gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5. “85 persen gempa yang terjadi bermagnitudo 3 dan tidak ada gempabumi dengan magnitude diatas 5. Enam kejadian gempa bermagnituo 3 hingga kurang dari 5,” tuturnya.

Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar tercatat 18 kejadian gempabumi terjadi di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Serta 22 kejadian gempabumi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang diperkirakan berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores dan aktivitas sesar aktif. Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di wilayah Bali dan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....