Bulan Bahasa Bali Populerkan Aksara Bali lewat Baligrafi
- 26 Feb 2026 09:39 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Upaya mempopulerkan aksara Bali di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali. Dosen Program Studi Sastra Jawa Kuno Universitas Udayana, I Ketut Eriadi Ariana dan Putu Widhi Kurniawan, menghadirkan materi belajar aksara Bali melalui pendekatan baligrafi, yakni seni menulis aksara Bali dalam bentuk artistik.
“Kami membawakan materi belajar aksara Bali sambil baligrafi. Ini seni aksara yang mulai tumbuh beberapa tahun yang lalu,” ujar I Ketut Eriadi Ariana.
Kegiatan tersebut diikuti 25 siswa sekolah dasar (SD) se-Kota Denpasar yang hadir sebagai perwakilan dari berbagai sekolah. Dalam pelaksanaannya, peserta diajak mengenal aksara Bali dengan metode yang lebih sederhana dan menyenangkan, yakni mengaplikasikan aksara pada gambar atau siluet yang telah disiapkan.
Menurut Eriadi, selama ini aksara Bali kerap dianggap sulit dan kurang populer di kalangan anak-anak. Karena itu, pendekatan kreatif dipilih agar siswa lebih terbiasa dan tertarik menulis aksara Bali. “Kami ingin membuat aksara Bali lebih sederhana dan menyenangkan. Dengan menggambar, anak-anak jadi terbiasa menuliskan aksara Bali dan harapannya mereka senang,” katanya.
Sementara itu, Putu Widhi Kurniawan menambahkan, tantangan utama dalam kegiatan ini adalah mengelola kelas anak usia SD agar tetap fokus. Meski demikian, ia menilai para peserta menunjukkan antusiasme yang baik.
“Anak-anak cukup antusias mengisi aksara pada gambar yang diberikan. Walaupun ada yang kurang percaya diri, pada akhirnya mereka berhasil menyelesaikan dengan cukup baik,” ujarnya.
Dari hasil karya, para siswa dinilai telah mampu menuliskan aksara dasar seperti Hanacaraka dengan cukup tepat, meskipun masih terdapat kekurangan dalam kerapian tulisan. Eriadi berharap ke depan penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali tidak hanya berfokus pada lomba, tetapi juga lebih banyak menghadirkan kegiatan berbasis pelatihan atau workshop.
“Program yang bersifat pelatihan dan pembumian aksara, bahasa, serta sastra Bali perlu lebih ditekankan agar upaya memasyarakatkan bahasa Bali semakin kuat,” kata Eriadi.
Melalui pendekatan kreatif seperti baligrafi, diharapkan minat generasi muda terhadap aksara dan bahasa Bali terus tumbuh serta menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....