Pelestarian Bahasa Ibu sebagai Identitas dan Etika Budaya

  • 21 Feb 2026 13:00 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Bahasa Ibu atau Bahasa Daerah erat kaitannya dengan sastra dan adat istiadat yang menjadi identitas jati diri daerah yang harus dijaga. Pelestarian Bahasa Ibu menjadi salah satu upaya menjaga identitas jati diri, akar budaya, dan nilai - nilai adat serta tradisi di tengah arus modernisasi. Menjaga bahasa Bali juga mencegah kepunahan warisan budaya.

Hal itu dikatakan Dosen Prodi Agama dan Filsafat Hindu Universitas Hindu Indonesia – UNHI Denpasar Ida Bagus Purwa Sidemen, S.Ag, M.Si saat dikonfirmasi RRI.CO.ID di Denpasar, Sabtu 21 Februari 2026. Ia menjelaskan, Bahasa Bali merupakan identitas utama masyarakat Bali yang mencerminkan cara berpikir dan budaya unik yang diwariskan leluhur untuk generasi muda. Menurut Purwa Sidemen, dengan menjaga eksistensi Bahasa Ibu otomatis mencegah kepunahan warisan budaya, dan memastikan pengetahuan lokal diwariskan ke generasi mendatang. Ia tidak memungkiri, saat ini cenderung terjadi pergeseran bahasa dalam komunikasi sehari – hari, karena itu keluarga menjadi kunci membiasakan penggunaan bahasa Bali di rumah.

“Pelestarian Bahasa ibu atau bahasa daerah akan menjaga identitas jati diri, akar budaya, dan nilai - nilai adat serta tradisi di tengah arus modernisasi. Menjaga bahasa Bali juga mencegah kepunahan warisan budaya,” ujarnya.

Purwa Sidemen mengatakan, dalam upaya menjaga eksistensi Bahasa Ibu, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Bali yang tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 1 Tahun 2018. Salah satunya kegiatan edukatif Bulan Bahasa Bali untuk memuliakan bahasa dan sastra Bali.

“Pemerintah dalam hal ini Gubernur Bali menunjukkan komitmen dalam pelestarian bahasa Ibu dengan berbagai kegiatan untuk menjaga eksistensi bahasa daerah. Hal ini membuktikan upaya pelestarian dilakukan dengan aksi nyata, sehingga bahasa daerah tetap eksis dan digunakan dalam komunikasi sehai – hari,” tuturnya.

Bahasa Bali tidak hanya alat komunikasi tetapi juga pembawa tata krama dalam menjaga etika budaya lokal. Pelestarian bahasa ibu otomatis akan menjaga tata krama dan sopan santun dalam interaksi sosial terutama di kalangan generasi muda. Penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari diyakini akan menjaga nilai-nilai adat serta tradisi di tengah arus modernisasi. Karena itu, Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan komitmen untuk memastikan bahasa ibu tetap eksis sebagai identitas budaya Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....