Arya Wibawa Dorong Pramuka Denpasar Jadi Generasi Berkarakter dan Peduli

  • 02 Sep 2026 06:44 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Ribuan anggota Pramuka dari berbagai tingkatan di Kota Denpasar ambil bagian dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Selain menggelar lomba budaya dan keterampilan, kegiatan tersebut juga diisi aksi kemanusiaan donor darah dengan target mengumpulkan 350 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat.

Rangkaian kegiatan Bulan Bakti Pramuka tersebut resmi dibuka Wakil Wali Kota Denpasar yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, di Gedung Dharma Negara Alaya, Selasa 01 September 2026. Pembukaan ditandai dengan pelaksanaan Gedor (Gebyar Donor Darah) serta Lomba Budaya dan Keterampilan Kepramukaan yang melibatkan anggota Pramuka tingkat Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega se-Kota Denpasar.

Arya Wibawa mengatakan peringatan Hari Pramuka tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi gerakan nyata untuk menanamkan kepedulian sosial, gotong royong, pelestarian budaya dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

"Rangkaian kegiatan peringatan Hari Pramuka ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan nyata untuk menanamkan nilai-nilai ketakwaan, kepedulian sosial, gotong royong, pelestarian budaya, serta pengabdian tanpa batas kepada masyarakat," tegasnya.

Kepada seluruh peserta lomba, Arya Wibawa juga mengingatkan pentingnya menjunjung sportivitas dan menjaga persaudaraan. Ia menilai kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam kegiatan kepramukaan.

"Di dalam Pramuka kita boleh berbeda gugus depan, berbeda kwartir ranting, berbeda sekolah, maupun berbeda kemampuan. Namun, kita tetap satu keluarga besar Gerakan Pramuka. Jangan sampai persaingan membuat kita kehilangan tali persaudaraan," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh anggota Pramuka bangga mengenakan seragam Pramuka. Menurutnya, seragam tersebut merupakan simbol tanggung jawab dan identitas seorang anggota Pramuka.

Setangan leher, kata Arya Wibawa, harus menjadi pengingat untuk terus berbuat baik. Sementara Tri Satya dan Dasa Darma tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....