Stok Vaksin Minim, Puluhan Ribu Sapi Jembrana Terancam

  • 02 Feb 2026 19:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Upaya membentengi sektor peternakan di Kabupaten Jembrana dari ancaman virus Lumpy Skin Disease (LSD) masih menemui jalan terjal. Meski bantuan vaksin mulai mengalir, jumlah yang tersedia saat ini dianggap masih sangat jauh dari kebutuhan ideal untuk memproteksi puluhan ribu ternak warga.

​Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Jembrana baru saja menerima tambahan 3.940 dosis vaksin dari Kementerian Pertanian melalui BBVet Denpasar. Namun, angka ini bak tetesan air di padang pasir jika dibandingkan dengan total populasi sapi di Bumi Makepung yang mencapai 41.000 ekor.

Kabid Keswan-Kesmavet Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengakui adanya kesenjangan yang mencolok antara stok dan populasi. "Dibandingkan dengan estimasi populasi sapi sebanyak 41 ribu ekor, tentu masih banyak kekurangan. Kami berharap ada tambahan bantuan vaksin lagi ke depannya," ujar Sugiarta, Senin 2 Februari 2026.

​Mengingat keterbatasan stok, otoritas setempat terpaksa menerapkan strategi prioritas. Saat ini, vaksinasi difokuskan pada desa-desa yang masuk dalam zona merah di empat kecamatan guna memutus rantai penularan.

​Hingga saat ini, tercatat ada 34 ekor sapi yang masih berstatus suspek LSD. Meski angka ini menurun berkat tren kesembuhan, risiko ledakan kasus tetap mengintai selama puluhan ribu sapi lainnya belum mendapatkan kekebalan melalui vaksinasi.

​Pemerintah Kabupaten Jembrana kini menaruh harapan besar pada pengiriman susulan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Bali. Tanpa percepatan distribusi vaksin dalam jumlah besar, target untuk membebaskan Jembrana dari wabah LSD akan memakan waktu yang jauh lebih lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....