Pasca Korban Meninggal Suspect Rabies, Jembrana Gencarkan Vaksinasi dan Sterilis

  • 07 Jun 2026 21:17 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana: Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Jembrana bergerak cepat merespons temuan kasus rabies positif yang telah memakan korban. Menyusul insiden gigitan anjing terhadap lima orang warga di Banjar Masean, Desa Batuagung, pemerintah daerah langsung menggencarkan aksi nyata berupa vaksinasi massal dan sterilisasi hewan peliharaan.

Aksi tanggap darurat yang dipusatkan di Balai Banjar Batuagung ini berhasil mengeksekusi sterilisasi terhadap 60 ekor hewan peliharaan yang didominasi kucing, serta menyuntikkan vaksin rabies kepada 50 ekor anjing dan kucing. Langkah agresif ini diambil sebagai pembatasan ruang gerak penyebaran virus mematikan tersebut.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menegaskan bahwa Desa Batuagung kini menjadi prioritas utama akibat adanya riwayat gigitan positif dan tingginya populasi anjing di kawasan tersebut.

"Kasus positif rabies yang terjadi di Banjar Masean menjadi perhatian serius kami. Karena populasi anjing di wilayah ini cukup tinggi, kami langsung mengarahkan kegiatan sterilisasi dan vaksinasi ke sini demi mengendalikan populasi sekaligus memutus rantai penularan," ujar Sugiarta, Sabtu 6 Juni 2026.

Hingga Juni 2026, Jembrana mencatat total 33 kasus rabies pada hewan. Meski angka ini diklaim menurun dibanding periode yang sama pada tahun lalu, pemerintah tidak mau kecolongan.

Ada strategi baru yang diterapkan perwira veteriner Jembrana saat ini. Menyadari bahwa penularan rabies tidak hanya bersumber dari anjing tetapi juga kucing dan hewan berdarah panas lainnya, fokus vaksinasi kini wajib menyasar kucing, bukan lagi hanya anjing. Munculnya indikasi kuat keterlibatan kucing sebagai hewan yang berpotensi menyebarkan virus di lapangan.

Vaksinasi terhadap peliharaan kucing ini disambut antusias warga, seperti yang diungkapkan Ni Putu Aulia Putri (22) warga Batu Agung. "Vaksinasi untuk kucing sangat penting. Jangan anggap sepele, jadi mumpung ada fasilitas dari pemerintah lebih baik di vaksin kucingnya. Kan sudah ada korban meninggal karena gigitan kucing," ungkapnya.

Sementara itu, untuk kasus suspek rabies pada manusia, sepanjang tahun 2026 baru tercatat satu kasus di Banjar Kembangsari, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya.

Distan Pangan Jembrana mengeluarkan instruksi keras kepada seluruh pemilik hewan peliharaan—baik anjing, kucing, maupun kera—untuk bertanggung jawab penuh. Masyarakat dilarang keras melepasliarkan hewan mereka guna menekan risiko kontak erat dengan virus liar.

Terkait logistik, Sugiarta memastikan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Menghadapi populasi anjing Jembrana yang mencapai 40.400 ekor, ketersediaan dosis vaksin dipastikan aman berkat sokongan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali.

"Untuk stok vaksin tidak ada kendala. Pasokan yang disediakan provinsi masih sangat mencukupi untuk mendukung program gempur rabies di Jembrana ini," pungkasnya. Setelah Desa Batuagung, operasi serupa dijadwalkan akan menyisir seluruh kecamatan di Kabupaten Jembrana secara bertahap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....