Digital Leadership Academy Perkuat Kepemimpinan Digital

  • 05 Agt 2026 10:03 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengajak para pimpinan TVRI memperkuat kepemimpinan digital agar mampu menjawab tantangan transformasi media di era algoritma dan kecerdasan artifisial (AI). Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas kepemimpinan dan kualitas sumber daya manusia.

Hal itu dikatakan Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo ketika membuka Digital Leadership Academy bagi para pimpinan TVRI di Depok, Senin 3 Agustus 2026 dikutip dari komdigi.go.id. Ia menekankan hal ini sekaligus menjadi momentum bagi para pimpinan TVRI untuk mempelajari lebih jauh cara menghadapi perubahan di lanskap media digital.

“Penting untuk hadir di acara ini karena acara ini adalah untuk membangun manusia. Kita semua masih belajar. Penting bagi kita untuk terus belajar dan belajar,” jelasnya.

Selain penguasaan teknologi, Wamenkomdigi Angga menilai para pemimpin juga dihadapi tantangan lainnya, yaitu cara berpikir untuk mengutamakan kepentingan rakyat melalui hasil kerja sehari-hari. “Kita paham kita harus kejar teknologi dan kita harus paham penggunaan teknologi, tapi filosofi kita sebagai abdi negara juga kita harus dalami bahwa kita di sini berjuang, digaji oleh rakyat, dan diangkat oleh uang pajak. Jadi, kita harus membuat kebijakan dan hasil kerjaan kita berdampak untuk masyarakat,” tutur Wamenkomdigi Angga.

Wamenkomdigi Angga juga mengingatkan tantangan lain yang muncul dalam bentuk algoritma yang lebih mementingkan engagement dari para pengguna platform digital ketimbang fakta. “Algoritma terbentuk bukan karena benar dan salah. Algoritma kasih insentif kepada yang ramai dan banyak dimakan oleh orang. Algoritma memberi insentif pada konten yang paling memancing emosi, bukan yang paling benar. Ini butuh kesadaran sebagai pemilik kebijakan, kita bukan mencari sesuatu yang lagi ramai,” imbuhnya.

Wamenkomdigi Angga mengingatkan para pimpinan TVRI untuk tidak terjebak dalam siklus mengejar kabar yang didorong algoritma sampai lupa untuk melaporkan hal-hal yang kurang ramai diperbincangkan. “Bukan viralitas yang kita cari, tapi bagaimana kita bisa menyampaikan informasi yang berdampak kepada masyarakat. Dan informasi itu informasi yang benar, bukan gosip atau ketidaksukaan,” tutur Wamenkomdigi Angga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....