Pemerintah Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital sebagai Mesin Pertumbuhan Baru
- 06 Agt 2026 08:55 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Transformasi digital menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi global sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan investasi, produktivitas, dan daya saing nasional. Dengan didukung fundamental ekonomi yang tetap kuat, Indonesia terus memperkuat ekosistem ekonomi digital melalui pengembangan infrastruktur digital, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), semikonduktor, serta pengembangan talenta digital sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.
Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Digital Transformation Indonesia (DTI) Series 2026 di Jakarta Convention Centre, Rabu 5 Agustus 2026 dikutip dari ekon.go.id. “Ketahanan ekonomi Indonesia didukung oleh berbagai indikator makro yang tetap terjaga, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata global, inflasi yang terkendali pada level 2,88%, serta terus meningkatnya investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja. Pemerintah pun terus mendorong investasi melalui berbagai instrumen, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.
Menko Airlangga menekankan pengembangan ekonomi digital harus didukung oleh fondasi infrastruktur yang kuat, khususnya di sektor energi. Ketahanan energi menjadi prasyarat utama bagi pengembangan berbagai teknologi digital, termasuk pusat data (data center), quantum computing, dan AI.
Indonesia memiliki keunggulan berupa sumber energi domestik, potensi energi surya, serta konektivitas digital yang terus berkembang sehingga menjadi modal penting dalam mempercepat transformasi digital nasional. Menko Airlangga juga menyampaikan pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% memerlukan mesin pertumbuhan baru (new growth engine) yang bertumpu pada pengembangan data center, AI, industri semikonduktor, dan talenta digital.
Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dalam pengembangan pusat data karena didukung ketersediaan lahan, energi, air, serta konektivitas digital yang semakin baik melalui jaringan serat optik maupun satelit. Di sektor semikonduktor dan talenta digital, Pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Kerja sama dengan Arm diarahkan untuk mencetak 15.000 insinyur (engineers) dalam 3 (tiga) tahun ke depan. Selain itu, Pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas SDM digital melalui kerja sama internasional, termasuk rencana pembukaan kampus Indian Institute of Technology di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem talenta digital nasional.
Pemerintah juga terus memperkuat kerja sama internasional di bidang ekonomi digital. Menko Airlangga menyampaikan bahwa ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ditargetkan menjadi perjanjian multilateral ekonomi digital pertama di dunia dengan potensi mendorong nilai ekonomi digital ASEAN mencapai USD2 triliun pada tahun 2030.
Selain itu, Indonesia juga telah bergabung sebagai negara pendiri World AI Cooperation Organization (WAICO) untuk memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan tata kelola AI global serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang teknologi digital. “Ini adalah the golden moment. Dan saya juga ingatkan golden moment ini tidak lama. Kita harus kejar dalam tiga sampai empat tahun ke depan, karena inilah kesempatan bagi Indonesia. Apakah Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan tersebut, apakah Indonesia bisa menjadi terang dari sisi digital. Untuk mewujudkannya, kita membutuhkan energi. Dengan energi kita dapat memperkuat digitalisasi, mendorong manufaktur, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memastikan keamanan siber tetap terjaga,” ujar Menko Airlangga.
Sementara, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan transformasi digital saat ini tidak lagi dipandang sebagai agenda sektoral, melainkan telah menjadi strategi utama dalam memperkuat struktur perekonomian nasional. “Yang sedang dibangun Pemerintah bukan hanya ekonomi digital, tetapi ekosistem investasi digital. Ketika pusat data berkembang, kebutuhan komputasi AI akan meningkat, industri semikonduktor ikut tumbuh, dan pada saat yang sama tercipta permintaan terhadap talenta digital nasional. Keterhubungan inilah yang diharapkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam rantai nilai digital global,” tutur Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....