Mengapa Telur Selalu Menjadi Penghuni Tetap Dapur Keluarga?

  • 20 Apr 2026 19:55 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Hampir tidak ada dapur di Indonesia yang tidak menyimpan persediaan telur. Bahan pangan berbentuk oval ini telah lama menjadi andalan utama keluarga untuk urusan konsumsi harian.

Popularitas telur tetap tak tergoyahkan. Hal ini bukan hanya karena harganya yang terjangkau, tetapi juga karena profil nutrisinya yang luar biasa serta fleksibilitasnya dalam berbagai masakan.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, telur adalah salah satu sumber protein hewani terbaik yang mudah diserap oleh tubuh manusia. Telur mengandung 9 asam amino esensial yang penting untuk pertumbuhan anak-anak dan pemeliharaan jaringan tubuh pada orang dewasa.

Telur menjadi solusi pemenuhan gizi keluarga yang paling efisien. Salah satu alasan utama telur selalu ada di dapur adalah kemudahannya untuk diolah.

Telur bisa menjadi hidangan utama seperti telur mata sapi atau dadar, hingga menjadi bahan pengikat dalam pembuatan kue dan roti. Kemampuannya untuk berubah tekstur dari cair menjadi padat saat dipanaskan menjadikan telur sebagai bahan yang tak tergantikan dalam teknik memasak tradisional maupun modern.

Dibandingkan dengan sumber protein hewani lain seperti daging atau ikan segar, telur memiliki daya simpan yang relatif lebih lama tanpa perlu perlakuan khusus yang rumit. Jika disimpan di dalam lemari es pada suhu yang stabil, telur dapat bertahan dalam kondisi baik hingga 3 sampai 5 minggu.

Hal ini sangat memudahkan para ibu rumah tangga dalam merencanakan belanja bulanan. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa telur adalah salah satu sumber alami terbaik untuk senyawa kolin.

Kolin merupakan nutrisi yang sangat penting untuk perkembangan otak dan fungsi memori. Hal inilah yang mendasari mengapa telur sering kali menjadi menu wajib sarapan bagi anak-anak sekolah guna mendukung konsentrasi belajar mereka.

Meskipun terjadi fluktuasi harga pangan, telur tetap menjadi pilihan protein yang paling ekonomis jika dibandingkan dengan daging sapi atau ayam. Kemudahan akses mendapatkan telur, mulai dari warung kecil hingga supermarket besar, menjadikannya jaring pengaman pangan bagi keluarga di seluruh pelosok tanah air.

Telur bukan sekadar bahan makanan biasa, melainkan simbol praktisitas dan kecukupan gizi dalam sebuah keluarga. Dengan segala manfaat nutrisi dan kemudahannya, tidak heran jika telur tetap menjadi pahlawan yang selalu siap sedia di dapur kita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....