Nasi Yasa,Simbol Syukur dan Kesucian Masyarakat Bali

  • 06 Jul 2026 12:40 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID. Denpasar– Ditengah hiruk pikuk upacara adat di Bali, ada satu sajian yang selalu hadir dengan penuh makna yaitu Nasi Yasa. Lebih dari sekedar nasi kuning, Nasi Yasa adalah bentuk persembahan suci umat Hindu Bali kepada Sang Hyang Widi Wasa sebagai ungkapan rasa syukur.

Setiap butir nasi, warna dan lauk pendampingnya disusun dengan aturan adat yang ketat karena didalamnya melambangkan kesucian, keharmonisan dan harapan akan keselamatan. Karena itu memahami Nasi Yasa berarti menyelami nilai – nilai spiritual yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

Nasi Yasa atau kadang disebut Nasi Yase adalah hidangan nasi kuning khas Bali yang disajikan dengan lauk pauk tradisional dan biasanya digunakan sebagai sarana persembahan atau upacara keagamaan. Secara tradisional sajian ini dikemas diatas tamas (Anyaman janur), namun saat ini berkembang dan lebih praktis dikemas dalam kotak maupun besek.

Inti nasi Yase terletak pada nasi kuningnya bukan sekedar pewarna alami dari kunyit, tetapi memiliki makna filosofi yang dalam. Kuning melambangkan cahaya atau surya/ matahari sebagai sumber kehidupan dan kebijaksanaan, nasi kuning juga diartikan sebagai warna kemakmuran, kejayaan ,dan niat tulus yang bersih.

Nasi yasa memiliki rasa yang lebih gurih dan berempah dibandingkan nasi kuning biasa dengan ciri khas ada pada lauk pauknya, seperti yang dilalukan oleh Ibu Ketut Murniasih dari Denpasar yang menerima pesenan nasi Yasa dan pelaku UMKM. Adapun isi lauk pauk nasi yasa terdiri dari :

  • Ayam sisit
  • Ikan teri goreng atau Gerang
  • Kacang Saur (serundeng kacang)
  • Telur asin
  • Aneka sayuran seperti kacang panjang,t erong kecil,dan timun.
  • Sambal embe atau sambal goreng
  • Sate lilit ayam.

Dengan demikian Nasi Yase jauh melampaui fungsi sebagai hidangan ritual, symbol syukur, kesucian, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat Bali. Dibalik nasi kuning dan lauk pauknya, tersimpan doa, filosofi alam semesta serta penghormatan kepada Sang Pencipta. Selama nilai – nilai itu tetap dijaga, nasi yase akan terus hidup ,dan menjaga hati setiap umat sebagai pengingat untuk selalu bersyukur dan menjaga kesucian hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....