Tak Lengkap tanpa Kerupuk, Mengapa Orang Indonesia Begitu Menyukainya?

  • 22 Jun 2026 13:54 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Bagi banyak orang Indonesia, makan rasanya belum lengkap tanpa kerupuk. Makanan ringan yang renyah ini hampir selalu hadir di meja makan, mulai dari warung sederhana hingga restoran besar.

Kerupuk sering disantap dengan berbagai masakan Indonesia seperti nasi goreng, soto, nasi pecel dan aneka masakan rumahan. Kebiasaan makan dengan kerupuk sudah menjadi budaya makan masyarakat Indonesia selama bertahun-tahun.

Menurut Britannica Food and Drink, salah satu alasan utama kerupuk begitu digemari adalah teksturnya yang renyah. Kerupuk memberikan sensasi kontras ketika dipadukan dengan makanan berkuah sehingga membuat setiap suapan terasa lebih nikmat.

Selain tekstur, rasa gurih yang dimiliki kerupuk juga menjadi daya tarik tersendiri. Kandungan bumbu, garam, dan proses penggorengan menghasilkan cita rasa yang mampu memperkuat kenikmatan makanan utama.

Faktor kebiasaan dan budaya juga berpengaruh besar, kerupuk telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner sehari-hari. Beberapa daerah memiliki jenis kerupuk khas, seperti kerupuk udang dari Jawa Timur, kerupuk kulit dari Sumatra, atau kerupuk jangek dari padang.

Menurut Badan Pangan Nasional, Kerupuk juga dikenal sebagai makanan yang relatif terjangkau dan mudah ditemukan. Kerupuk juga dikenal sebagai makanan yang relatif terjangkau dan mudah ditemukan.

Seiring perkembangan zaman, variasi kerupuk juga semakin beragam. Selain kerupuk tradisional berbahan tepung tapioka atau udang, kini tersedia kerupuk berbahan ikan, sayuran, hingga rumput laut. Inovasi ini membuat kerupuk tetap relevan dan diminati oleh berbagai generasi.

Popularitas kerupuk di Indonesia tidak hanya berasal dari rasa gurih dan teksturnya yang renyah. Namun, juga karena faktor budaya, kebiasaan, dan kenangan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....