Kuliner Lokal Bali yang Kaya Gizi

  • 12 Feb 2026 10:00 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar-Dikutip dari berbagai sumber, Berdasarkan berbagai studi dan jurnal ilmiah, Bali memiliki kekayaan kuliner lokal yang bergizi, berbasis pangan fungsional, dan tinggi antioksidan. Makanan tradisional Bali tidak hanya lezat, tetapi juga mengandung protein, lemak sehat, serat, dan nutrisi mikro yang tinggi.

Hal ini dikarenakan makanan lokal Bali umumnya kaya akan rempah (bumbu genep) dan sayuran segar. Makanan lokal Bali yang bergizi berdasarkan hasil penelitian ilmiah, antara lain serombotan, lawar, sate lilit, tum ayam, kacang-kacangan lokal, olahan tempe dan tahu lokal, pangan berbasisi rempah, dan nasi campur Bali.

Pertama yaitu Serombotan Klungkung. Serombotan adalah sayur khas Bali yang terdiri dari campuran sayuran (kangkung, bayam, tauge, kacang panjang) dengan bumbu kelapa parut pedas (kalas). Serombotan ini kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Serombotan ini dikategorikan sebagai makanan berbasis tanaman yang sehat.

Kedua adalah Lawar. Lawar merupakan campuran sayuran, kelapa parut, dan daging cincang, seperti babi, ayam atau bebek yang diracik dengan bumbu Bali. Lawar ini tinggi protein, seperti protein hewani dan protein nabati dari kelapa. Penelitian menunjukkan, lawar khususnya lawar kuwir sangat populer karena nilai gizinya.

Ketiga yaitu sate lilit. Sate lilit ini terbuat dari ikan, ayam, atau babi yang dicincang yang dicampur kelapa parut dan bumbu, lalu dililitkan pada batang serai atau bambu. Sate lilit ini kaya akan sumber protein tinggi dan lemak sehat yang berasal dari santan atau kelapa parut.

Keempat adalah Tum Ayam. Tum adalah olahan ayam cincang berbumbu yang dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. Tum ayam ini kaya protein, rendah lemak jenuh karena dikukus, bukan digoreng. Sedangkan bumbu rempah pada Tum Ayam ini berfungsi sebagai antioksidan.

Kelima, Kacang-kacangan Lokal seperti Undis dan Koro. Masyarakat Bali, terutama di daerah pedesaan, secara tradisional memanfaatkan kacang undis (kacang gude) dan kacang koro. Kacang-kacangan lokal ini merupakan sumber protein nabati yang sangat baik, serta banyak mengandung serat, dan mineral.

Keenam yaitu Olahan Tempe dan Tahu Lokal. Tempe dan tahu lokal ini adalah makanan warisan nenek moyang yang diakui memiliki nilai gizi luar biasa. Bahkan makanan ini setara atau lebih unggul dari daging dalam beberapa aspek.

Ketujuh, Pangan Berbasis Rempah atau Tri Ketuka. Dalam pengobatan tradisional Bali (Usadha), Tri Ketuka merupakan campuran jahe, lada hitam, dan cabai jawa yang sering dimasukkan dalam makanan. Tri Ketuka ini mengandung senyawa bioaktif yang bersifat antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan.

Terakhir adalah nasi campur Bali. Nasi yang biasanya digunakan pada nasi campur Bali ialah Nasi putih atau merah yang disajikan dengan berbagai lauk, seperti lawar, sate lilit, ayam betutu, dan sambal matah. Nasi campur Bali memiliki Porsi gizi yang seimbang yaitu ada karbohidrat, protein, dan serat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....