Matcha Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Masyarakat Modern
- 28 Jan 2026 13:16 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar: Minuman dan makanan berbahan dasar bubuk teh hijau halus atau matcha kini mendominasi berbagai gerai kuliner modern di Indonesia dan mancanegara. Tren global yang berakar dari sejarah panjang tradisi meditasi biksu Buddha bernama Eisai yang membawa biji teh dari Tiongkok ke Jepang ini, kini telah bertransformasi menjadi ikon gaya hidup masyarakat urban.
Popularitas matcha di kalangan generasi muda didorong oleh kombinasi manfaat kesehatan dan estetika visual yang dinilai relevan dengan kebutuhan masa kini. Selain itu, profil nutrisi dan efek fisiologisnya dianggap mampu menjadi alternatif pengganti kopi yang lebih stabil.
Berikut adalah rincian perbedaan teknis pengolahan matcha dibandingkan teh hijau biasa serta faktor penyebab tingginya minat konsumen:
1. Budidaya Tanaman: Tanaman teh (Camellia sinensis) untuk matcha ditanam di tempat teduh dan terlindung dari sinar matahari langsung selama beberapa minggu sebelum panen guna meningkatkan produksi klorofil.
2. Proses Penggilingan: Daun teh dikukus, dikeringkan, dan digiling menjadi bubuk super halus, berbeda dengan teh hijau biasa yang daunnya hanya dikeringkan untuk diseduh dan ampasnya dibuang.
3. Metode Konsumsi: Karena dikonsumsi dalam bentuk bubuk utuh, matcha memiliki tekstur yang lebih creamy, warna hijau pekat, serta kadar antioksidan dan kafein yang jauh lebih tinggi dibanding air seduhan teh.
4. Efek Energi: Kandungan kafein pada matcha memberikan dorongan energi dan fokus tanpa memicu efek berdebar atau gelisah (jitters) seperti yang sering ditemukan pada konsumsi kopi.
5. Estetika Visual: Warna hijau terang yang dihasilkan dinilai sangat fotogenik (instagramable), sehingga mendukung tren dokumentasi visual di media sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....