Perjalanan Croissant Mencuri Hati Masyarakat Prancis
- 23 Des 2025 07:34 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar: Berbicara Prancis, pasti membuat kita seketika teringat dengan Croissant. Ikon kuliner Prancis ini dikenal luas di seluruh dunia melalui bentuknya yang menyerupai bulan sabit serta teksturnya yang renyah berlapis dan kaya mentega. Meskipun kerap dianggap sebagai roti khas Prancis, sejarah croissant ternyata merupakan hasil evolusi panjang yang melibatkan pertukaran budaya dan teknik kuliner lintas Eropa, khususnya antara Austria dan Prancis.
Di balik sejarahnya, croissant juga dikelilingi oleh legenda populer yang mengaitkannya dengan peristiwa militer, seperti pengepungan Wina oleh Ottoman pada abad ke-17. Namun, para sejarawan kuliner sepakat bahwa kisah-kisah tersebut tidak didukung oleh sumber se-zaman dan lebih merupakan mitos yang berkembang belakangan.
Dilansir dari Buku English Bread and Yeast Cookery, jauh sebelum croissant modern dikenal, roti dan kue berbentuk bulan sabit telah dibuat sejak era Renaisans, bahkan kemungkinan sejak zaman kuno. Di Austria, dikenal pastry bernama kipferl, kue berbentuk sabit yang telah ada setidaknya sejak abad ke-13. Kipferl hadir dalam berbagai variasi, baik polos maupun dengan isian kacang atau bahan lainnya, dan menjadi bagian dari tradisi kuliner Austria yang termasyur.
Perkenalan kipferl kepada masyarakat Prancis terjadi pada abad ke-19, ketika August Zang, seorang perwira artileri Austria, mendirikan Boulangerie Viennoise di Paris sekitar tahun 1838–1839. Toko roti ini menjual aneka produk khas Wina dan dengan cepat memperoleh popularitas di kalangan warga Paris. Keberhasilan Zang tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga menginspirasi para pembuat roti Prancis untuk mengadaptasi gaya pembuatan roti Wina, yang kemudian dikenal sebagai viennoiserie.
Dalam proses adaptasi tersebut, kipferl mengalami transformasi signifikan. Adonan brioche yang semula digunakan secara bertahap digantikan dengan adonan beragi berlapis mentega atau pâte feuilletée levée. Teknik laminasi melipat dan menggiling adonan dengan lapisan mentega berulang kali memberikan tekstur berlapis yang renyah dan lembut. Bentuk bulan sabit dipertahankan, dan istilah “croissant”, yang berarti “bulan sabit” dalam bahasa Prancis, semakin menguat sebagai identitas pastry ini.
Catatan tertulis menunjukkan bahwa istilah croissant telah muncul dalam daftar roti mewah sejak pertengahan abad ke-19. Namun, resep croissant modern yang mencerminkan bentuk, tekstur, dan cita rasa seperti yang dikenal saat ini baru terdokumentasi secara jelas pada awal abad ke-20, khususnya melalui publikasi kuliner di Paris pada tahun 1905–1906. Sejak periode ini, croissant semakin mapan sebagai bagian penting dari sarapan Prancis dan simbol gaya hidup urban modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....