Jaje Rengas, Kuliner Tradisional Bali yang Gurih, Renyah, dan Sarat Nostalgia
- 28 Mei 2026 11:39 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Jika Anda menjelajahi surga kuliner tradisional di Bali, mata Anda mungkin akan sering tertuju pada jajanan berwarna-warni yang manis dan kenyal. Namun, bagi pencinta cita rasa manis dan renyah, Bali memiliki satu kudapan unik yang tak boleh dilewatkan, Jaje Rengas.
Kue tradisional yang satu ini merupakan salah satu gorengan legendaris khas Bali. Di tengah maraknya camilan modern, jaje rengas tetap memiliki tempat spesial di hati masyarakat lokal sebagai teman setia minum teh atau kopi di sore hari.
Sentuhan Sederhana yang Menghasilkan Kelezatan Otentik
Jaje rengas sekilas memiliki kemiripan bentuk dengan kue kacang hijau atau beberapa jenis keripik tradisional. Namun, paduan bahannya memberikan karakteristik yang sangat khas Bali.
| Baca juga: Mustikarasa Ini Sejarah dan Isinya |
Dikutip dari chanel happy pensiun, bahan dasar utama jaje rengas umumnya menggunakan tepung beras ,tepung terigu, gula pasir, kacang hijau atau kacang merah, susu kental manis yang dicampur untuk memberikan rasa dasar yang gurih dan berlemak.
Proses Pembuatan: Rebus kacang hijau sampai empuk lalu angkat, pindahkan ke teflon anti lengket, masukkan gula pasir 7 sendok makan, susu kental manis sesuai selera, tepung terigu 7 sdm
Masak kacang hijau sampai hilang airnya, kemudian dirasa cukup lalu masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit aduk rata sampai betul betul kering kemudian angkat setelah dingin dibentuk sesuai selera
Siapkan tepung beras dan tepung terigu kasih garam sejumput, kemudian masukkan air suhu ruang secukupnya, jangan kental jangan pula terlalu cair. Kemudian siapkan penggorengan isi minyak agak banyak.Lalu ambil kacang hijau yang sudah di bentuk kemudian celupkan pada tepung cair lalu goreng.
Sensasi Rasa: Renyah di Luar, Empuk di Dalam
Saat pertama kali digigit, jaje rengas akan memberikan sensasi kriuk yang renyah pada bagian luarnya. Namun, begitu kunyahan Anda mencapai bagian tengah yang berisi kacang hijau atau kacang merah, Anda akan merasakan tekstur yang sedikit lebih empuk dengan rasa gurih-manis alami khas kacang yang meledak di mulut.
Di Bali, jaje rengas tidak hanya berfungsi sebagai camilan harian. Sifatnya yang kering, tahan lama, dan tidak mudah melempem membuat kue ini sering diadopsi sebagai salah satu unsur pelengkap dalam jaje banten (kue sesajen) untuk upacara keagamaan atau ritual adat.
Bagi warga lokal, menikmati dua atau tiga buah jaje rengas hangat yang baru diangkat dari penggorengan, ditemani secangkir kopi hitam Bali (kopi tubruk) saat hujan turun di sore hari, adalah definisi kebahagiaan sederhana yang tiada taranya.
Meskipun tidak selangka beberapa kue kuno lainnya, jaje rengas paling otentik biasanya justru tidak ditemukan di toko oleh-oleh modern. Anda harus melangkahkan kaki ke pasar tradisional pagi (seperti Pasar Kumbasari Denpasar, Pasar Klungkung, atau pasar desa setempat) untuk menemukannya.
Para pedagang jaje Bali keliling biasanya menjual kue ini dalam wadah-wadah plastik besar atau dibungkus daun pisang dengan harga yang sangat merakyat, mulai dari Rp1.000 hingga Rp3.000 saja per buahnya.
Jaje rengas adalah bukti bahwa kelezatan tidak harus lahir dari bahan-bahan yang mahal atau proses yang rumit. Lewat kesederhanaan tepung beras, kacang, dan rempah lokal, jaje rengas berhasil bertahan melintasi generasi.
Saat Anda berlibur ke Bali dan bosan dengan makanan yang itu-itu saja, cobalah berburu jaje rengas di pasar tradisional terdekat. Rasakan sensasi gurih renyahnya, dan biarkan diri Anda larut dalam keaslian cita rasa Bali yang sesungguhnya!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....