Bukan Hanya Apa yang Dimakan, Waktu juga Penting
- 30 Sep 2026 07:12 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Menjaga pola makan sehat tidak hanya berkaitan dengan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kapan makanan tersebut disantap. Kementerian Kesehatan menyebut jadwal makan yang teratur sebagai salah satu bagian dari penerapan gizi seimbang, sementara penelitian menunjukkan waktu makan berhubungan dengan sistem metabolisme dan irama sirkadian tubuh.
Tubuh manusia memiliki irama sirkadian atau jam biologis yang mengatur berbagai proses selama siklus sekitar 24 jam. Menurut Kemenkes, irama ini tidak hanya berperan dalam mengatur waktu tidur dan bangun, tetapi juga berkaitan dengan metabolisme serta berbagai fungsi tubuh lainnya.
Waktu makan menjadi salah satu sinyal yang dapat berinteraksi dengan sistem biologis tersebut, sehingga pola makan yang tidak teratur atau terlalu bergeser ke malam hari dapat memengaruhi proses metabolisme. Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan pada 2024 menjelaskan bahwa waktu konsumsi makanan berperan dalam hubungan antara jam biologis dan metabolisme, meski penelitian mengenai mekanismenya pada manusia masih terus berkembang.
Hal ini bukan berarti makan pada malam hari secara otomatis berbahaya atau seseorang harus menghindari makan setelah jam tertentu. Faktor seperti jumlah makanan, kualitas makanan, kebutuhan energi, aktivitas fisik, waktu tidur dan kondisi kesehatan tetap berperan dalam menentukan dampak pola makan terhadap tubuh.
Salah satu pola yang banyak diteliti adalah time-restricted eating, yaitu membatasi waktu makan dalam jangka waktu tertentu setiap hari. Meta-analisis terhadap 26 penelitian menemukan pola tersebut berkaitan dengan penurunan berat badan, indeks massa tubuh dan lingkar pinggang, tetapi peneliti menekankan bahwa penelitian berskala lebih besar masih diperlukan untuk memastikan manfaat jangka panjangnya.
Penelitian juga mulai membandingkan pola makan dengan waktu yang lebih awal dan lebih larut dalam sehari. Beberapa hasil menunjukkan pola makan lebih awal berpotensi memberikan dampak yang lebih baik terhadap pengaturan gula darah dan sensitivitas insulin, tetapi hasil antarpenelitian belum sepenuhnya konsisten sehingga belum dapat dijadikan aturan bahwa setiap orang harus makan pada jam tertentu.
Dalam praktik sehari-hari, yang lebih penting adalah membangun pola makan yang teratur dan tetap memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Kemenkes menganjurkan konsumsi makanan beragam dengan sumber karbohidrat, protein, sayur dan buah, serta mengatur waktu makan utama dan camilan agar sesuai dengan kebutuhan dan rutinitas masing-masing.
Karena kebutuhan setiap orang berbeda, perubahan waktu makan sebaiknya tidak dilakukan secara ekstrem hanya karena mengikuti tren diet tertentu. Bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk diabetes atau yang menggunakan obat yang berkaitan dengan pola makan, perubahan jadwal makan juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi pengaturan gula darah dan pengobatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....