Cemas di Otak tapi Jantung Berdebar?

  • 22 Sep 2026 14:54 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Rasa cemas berasal dari otak dan memicu reaksi fisik yang signifikan pada tubuh manusia.
  • Amigdala adalah area kecil di otak yang mendeteksi ancaman dan memicu respons bertarung atau lari secara otomatis, bekerja lebih cepat daripada pikiran logis.
  • Mekanisme ini dijelaskan secara ilmiah oleh Dr. Arash Javanbakht melalui publikasi di The Conversation untuk memahami proses neurologis kecemasan.

RRI.CO.ID, Denpasar - Rasa cemas berasal dari otak tetapi memicu reaksi fisik hebat pada tubuh Anda. Dr. Arash Javanbakht menjelaskan mekanisme ini secara ilmiah di laman The Conversation.

Amigdala mendeteksi ancaman dan memicu respons bertarung atau lari secara otomatis. Area kecil di otak ini bekerja lebih cepat daripada pikiran logis.

Sistem saraf simpatik lalu bertindak sebagai pedal gas bagi tubuh Anda. Organ ini mengirimkan sinyal ke kelenjar adrenal untuk melepas hormon adrenalin.

Adrenalin membuat detak jantung meningkat pesat demi memompa darah ke otot. Paru-paru juga melebar agar asupan oksigen tubuh terpenuhi dengan cepat.

Sistem pencernaan justru memperlambat kerjanya saat kondisi darurat ini terjadi. Hal tersebut menimbulkan sensasi mual atau perut melilit pada tubuh Anda.

Semua sinyal fisik ini akan dikirimkan kembali menuju ke otak Anda. Bagian insula pada otak kemudian memproses sensasi fisik secara sadar.

Korteks prefrontal memberi label apakah sensasi ini bahaya atau aman. Otak dan tubuh saling bertukar informasi secara terus menerus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....