Daun Binahong, Punya Segudang Manfaat jika Diolah dengan Tepat

  • 31 Agt 2026 20:55 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID.,Denpasar - Di tengah tren gaya hidup kembali ke alam (back to nature), binahong muncul sebagai salah satu superfood lokal yang memiliki kandungan farmakologis tinggi. Meski sering ditemukan tumbuh liar di pagar atau pekarangan rumah, potensi medisnya telah menarik perhatian para peneliti di bidang farmasi dan kedokteran herbal.

Dilansir dari laman resmi halodoc.com, Daun binahong, atau sering disebut Heartleaf Madeiravine dalam bahasa Inggris, merupakan tanaman yang berasal dari kawasan Amerika Selatan seperti Brasil dan Paraguay. Namun, tanaman ini telah lama masuk ke wilayah Asia, termasuk Indonesia, Korea, dan Tiongkok, dan beradaptasi dengan sangat baik di iklim tropis maupun subtropis.

Tanaman yang memiliki nama latin Anredera cordifolia ini dikenal sebagai tanaman merambat dengan daun berbentuk hati yang tebal. Kegunaan daun binahong sangat beragam, mulai dari menyembuhkan luka luar hingga membantu mengatasi masalah kesehatan kronis seperti diabetes dan gangguan ginjal.

Kegunaan daun binahong didukung oleh profil fitokimia yang sangat kaya. Beberapa kandungan utama yang ada dalam daun binahong meliputi:

  • Saponin: Berperan sebagai antiseptik alami yang mampu mempercepat penyembuhan luka dan menurunkan kadar kolesterol.

  • Flavonoid: Senyawa antioksidan kuat yang melawan radikal bebas, mengurangi peradangan (anti-inflamasi), dan melindungi pembuluh darah.

  • Polifenol: Membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif dan mendukung sistem imun.

  • Alkaloid: Memiliki sifat detoksifikasi dan sering dikaitkan dengan penurunan kadar gula darah.

  • Asam Askorbat (Vitamin C): Meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu sintesis kolagen untuk kesehatan kulit.

  • Asam Oleanolik: Memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu meredakan nyeri.

Selain itu, daun binahong diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain:

Untuk mendapatkan kegunaan daun binahong secara maksimal, kamu harus memperhatikan kebersihan dan cara pengolahannya. Pastikan daun yang diambil berasal dari tanaman yang tidak terpapar pestisida atau polusi udara yang berat.

Pencucian harus dilakukan di bawah air mengalir untuk menghilangkan debu dan kotoran. Jika kamu memilih untuk merebusnya, jangan merebus daun terlalu lama hingga air berubah warna menjadi sangat gelap, karena suhu yang terlalu tinggi dalam waktu lama bisa merusak sebagian senyawa antioksidan yang sensitif terhadap panas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....