BRIN: Kulit Manggis Kini Bisa untuk Terapi Kanker Payudara
- 15 Jul 2026 12:24 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar-Buah manggis dikenal luas sebagai 'ratu buah' karena cita rasanya yang manis dan segudang potensi manfaat kesehatannya. Buah tropis ini kaya akan senyawa bioaktif, terutama antioksidan kuat bernama Xanthones. Buah manggis (Garcinia mangostana) asli Indonesia sangat diakui kualitasnya dan bahkan dinobatkan sebagai salah satu buah terbaik di dunia dan se-Asia Tenggara.
Salah satu komponen paling penting dalam buah manggis adalah Xanthones. Xanthones adalah golongan senyawa polifenol dengan sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba yang kuat. Selain itu, manggis juga mengandung berbagai vitamin dan mineral esensial.
Xanthones dalam manggis memiliki potensi sebagai agen antikanker. Beberapa studi awal menunjukkan bahwa Xanthones dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Senyawa ini juga berpotensi memicu kematian sel kanker dan mencegah penyebarannya.
Beberapa waktu lalu BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) bersama Universitas Perjuangan Tasikmalaya dan Universitas Padjajaran mengembangkan terapi penghambat estrogen menggunakan senyawa turunan alfa-mangostin (AMB10) yang berasal dari kulit buah manggis. AMB 10 tersebut mirip dengan tamoksifen, obat yang digunakan untuk terapi kanker payudara, sehingga berpotensi menghambat estrogen menempel pada reseptor. Hasil tersebut telah diteliti melalui studi komputasi (in silico) dan pengujian laboratorium in vitro).
Dikutip dari akun instagram resmi BRIN @brin_indonesia, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iodin-AMB 10 mampu mengenali dan berikatan dengan sel kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen. Karena itu, senyawa ini berpotensi dikembangkan sebagai radiofarmaka terasonik, yaitu senyawa yang dapat digunakan untuk mendeteksi sekaligus mengobati kanker payudara ER-positif.
Periset Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka dan Biodosimetri BRIN, Isti Daruwati mengatakan “Melalui riset ini, kami berharap senyawa alami berbasis alfa-mangostin dapat dikembangkan menjadi obat radioaktif untuk terapi kanker payudara”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....