Ini dia, 13 Jenis Tanaman Obat yang Sebaiknya ada di Rumah
- 31 Agt 2026 20:44 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID., Denpasar - Tumbuhan obat adalah jenis tanaman yang memiliki khasiat untuk mencegah, meringankan, atau menyembuhkan penyakit.Di Indonesia, tanaman obat sering disebut sebagai TOGA (Tanaman Obat Keluarga) karena banyak ditanam di pekarangan rumah.
Dikutip dari laman resmi desakarangmojo.gunungkidulkab.go.id, Tanaman obat biasanya dimanfaakan oleh orang – orang sebagai obat tradisional. Selain harganya yang murah, tanaman obat ini juga tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan kita.
Berbeda dengan obat – obatan kimia yang terkadang menimbulkan efek samping bagi kesehatan, bahkan tak jarang obat – obatan kimia ini malah bisa menimbulkan penyakit atau bahkan bisa sampai menyebabkan kematian. Maka dari itu, konsumsi obat herbal yang berasal dari dapur sendiri merupakan suatu hal yang sebaiknya dilakukan.
Dalam dunia medis modern, pengobatan herbal pun kini semakin diakui, terutama dengan adanya standarisasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mengelompokkan herbal menjadi Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan Fitofarmaka.
Indonesia terkenal mempunyai ribuan jenis tanaman obat. Kondisi cuaca yang tidak menentu atau kelelahan akibat aktivitas harian seringkali membuat imunitas kita menurun. Saat itulah tubuh memerlukan dukungan tambahan agar tidak jatuh sakit.
Berikut merupakan 13 tanaman obat yang wajib ada di rumah:
1. Bawang putih
Bawang putih (Allium sativum) adalah tanaman umbi yang memiliki banyak manfaat kesehatan dan sering digunakan sebagai bumbu dalam masakan.
Beberapa khasiatnya, antara lain:
Meningkatkan kekebalan tubuh.
Senyawa allicin dalam bawang putih dapat membantu menghambat produksi kolesterol di hati. Efek antioksidan. Antioksidan, seperti flavonoid dan belerang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
2. Serai
Serai atau lemongrass memiliki aroma yang segar. Daun serta batangnya digunakan dalam berbagai hidangan untuk memberikan rasa khas.
Beberapa manfaatnya, antara lain:
Sifat antimikroba. Senyawa citronellol dan geraniol bersifat antimikroba. Khasiatnya melawan pertumbuhan bakteri, virus, dan jamur yang memicu infeksi dalam tubuh.
Pemeliharaan sistem pencernaan.
Membantu menurunkan demam dan meningkatkan kenyamanan selama sakit.
Menjaga kesehatan kulit.
Mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur.
3. Ceplikan
Ceplikan (Blumea balsamifera) adalah sejenis tanaman herbal dengan batang tegak dan tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, termasuk di Indonesia. Bentuknya lonjong, berwarna hijau, dan memiliki aroma yang khas.
Beberapa khasiatnya, meliputi:
Antiinflamasi: Sifat antiinflamasi pada ceplikan dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan pada pengidap arthritis, nyeri otot, atau gangguan pernapasan.
Antiseptik. Ekstrak daun bersifat antiseptik yang dapat membantu mencegah infeksi pada luka atau luka bakar.
Antipiretik.
Bersifat ekspektoran.
Meringankan gangguan pencernaan.
4. Lidah buaya
Lidah buaya (Aloe vera) adalah sejenis tanaman berdaun tebal dengan gel transparan di dalam daunnya. Tumbuhan ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, salah satunya di Indonesia.
Beberapa manfaatnya, yaitu:
Perawatan kulit.
Mengobati luka bakar
Mengatasi jerawat.
Menyehatkan rambut.
Menjaga kesehatan mulut.
5. Lengkuas
Lengkuas atau laos (Alpinia galanga) adalah tanaman yang termasuk dalam keluarga jahe-jahean. Akar tanaman ini digunakan sebagai rempah-rempah dalam masakan dan pengobatan tradisional.
Berikut adalah beberapa manfaat dan kegunaan lengkuas:
Meningkatkan kesehatan pencernaan.
Antiinflamasi dan analgesik.
Menjaga kesehatan jantung.
Sifat antimikroba.
Efek positif pada kesehatan otak.
6. Jeruk nipis
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) adalah buah kecil berkulit hijau yang memiliki rasa yang asam dan aroma yang segar. Jenis buah ini banyak tumbuh di daerah tropis, seperti Indonesia.
Jeruk nipis memiliki banyak manfaat dan kegunaan, antara lain:
Sumber vitamin C.
Pencernaan yang sehat.
Detoksifikasi tubuh. Jeruk nipis bersifat detoksifikasi yang dapat membantu membersihkan tubuh dari racun dan limbah.
Penurun berat badan. Buah ini mengandung tinggi serat dan rendah kalori yang dapat membantu meningkatkan rasa kenyang serta mengontrol nafsu makan.
Meningkatkan penyerapan zat besi.
7. Peppermint
Peppermint atau menta atau mint berwarna hijau terang dengan bau khas yang menyegarkan. Di dalamnya bersifat antibakteri, antiinflamasi, dan antijamur.
Beberapa manfaatnya, antara lain:
Menyehatkan pencernaan.
Pilek dan batuk.
Napas segar.
Kesehatan kulit.
8. Daun kemangi
Daun kemangi (Ocimum basilicum) adalah sejenis tanaman herbal memiliki aroma yang khas dan rasa sedikit manis. Tanaman ini kaya akan senyawa aktif, termasuk minyak esensial, antioksidan, vitamin, dan mineral.
Beberapa manfaatnya, yaitu:
Menyehatkan saluran pencernaan.
Menjaga kesehatan jantung. Menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Aroma daun bersifat menenangkan dan dapat membantu mengurangi stres serta meningkatkan suasana hati.
Menyegarkan napas.
Di dalamnya bersifat antibakteri yang dapat membantu mengurangi bau mulut dan menyegarkan napas.
Sumber antioksidan.
Kemangi mengandung senyawa antioksidan, seperti eugenol dan linalool.
9. Brotowali
Brotowali (Tinospora crispa) adalah sejenis tanaman merambat yang juga dikenal dengan nama “mengkudu bumi” atau “bittervine” dalam bahasa Inggris. Bagian yang paling umum digunakan dari brotowali adalah batang dan daunnya.
Beberapa manfaatnya bagi kesehatan, antara lain:
Menjaga kesehatan hati.
Meningkatkan kekebalan tubuh.
Antiinflamasi. Tanaman bersifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
Antidiabetes. Brotowali dapat membantu mengatur kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi resistensi insulin.
Antioksidan, Tanaman dapat membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh. Caranya dengan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif.
10. Jahe
Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman rimpang yang tumbuh di daerah tropis, termasuk di Indonesia. Rempah ini biasa dikonsumsi dalam bentuk teh, minuman jahe hangat, atau sebagai bumbu masakan.
Beberapa manfaatnya, yaitu:
Antiinflamasi dan analgesik.
Meningkatkan kekebalan tubuh.
Mengatasi mual dan muntah.
Meredakan nyeri sendi.
Mengurangi kolesterol.
11. Sambiloto
Sambiloto (Andrographis paniculata) adalah tanaman obat yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki daun berbentuk lonjong dan bunga berwarna putih atau ungu.
Beberapa manfaatnya, yaitu:
Sistem kekebalan tubuh.
Infeksi saluran pernapasan.
Mencegah malaria.
Meningkatkan kesehatan hati.
Mengelola gejala diabetes.
12. Pegagan
Pegagan (Centella asiatica) adalah sejenis tanaman herbal yang dikenal dengan sebutan “gotu kola” atau “daun antanan” di Indonesia. Daunnya kecil berbentuk bulat atau setengah bulat dengan warna hijau cerah.
Tanaman ini memiliki beberapa senyawa aktif, termasuk triterpenoid, asiaticoside, madecassoside, dan asam asiatic. Beberapa manfaatnya, antara lain:
Meningkatkan kesehatan otak.
Meningkatkan sirkulasi darah.
Peremajaan kulit.
Menenangkan sistem saraf.
Membantu penyembuhan luka.
13. Kayu manis
Kayu Manis adalah tanaman obat yang diperoleh dari kulit pohon Cinnamomum. Aromanya khas dan memiliki rasa manis yang hangat. Di Indonesia, kayu manis dikenal juga dengan sebutan “cinnamon” atau “kulit manis”.
Beberapa khasiatnya, antara lain:
Antiinflamasi.
Mengatur gula darah.
Antimikroba.
Melawan radikal bebas.
Mendukung kesehatan jantung.
Penggunaan obat herbal secara tepat dapat membantu meredakan gejala awal penyakit sebelum menjadi lebih parah. Jika gejala yang kamu rasakan menetap, jangan ragu untuk konsultasikan ke pihak yang berwenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....