Belum Ditemukan Kasus Zika di Bali, Dinkes Perkuat Deteksi Dini

  • 26 Agt 2026 11:37 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Dinas Kesehatan Provinsi Bali memastikan belum menemukan kasus terkonfirmasi virus Zika di Bali. Hal tersebut berdasarkan hasil surveilans rutin Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit di seluruh Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, mengatakan peringatan kesehatan Travel Health Notice Level 2 dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menjadi bahan evaluasi. Informasi tersebut digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi virus Zika di Bali.

"Meskipun belum ditemukan kasus Zika, Dinas Kesehatan Provinsi Bali bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sangat mengapresiasi sistem peringatan dini global dan menjadikan informasi ini sebagai bahan evaluasi," kata Anom, Senin, 24 Agustus 2026.

Anom menjelaskan, virus Zika umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk tersebut juga menjadi vektor penyakit arbovirus lainnya, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

Gejala Zika antara lain ruam, demam, mata merah, nyeri otot, nyeri sendi, lemah, dan sakit kepala. Gejala biasanya muncul tiga hingga 14 hari setelah terinfeksi dan berlangsung sekitar empat hingga tujuh hari.

Dinkes Bali mengimbau masyarakat dan wisatawan domestik maupun mancanegara tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya juga perlu dijaga untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Pencegahan dilakukan melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan losion antinyamuk, kelambu, atau obat nyamuk lainnya untuk mencegah gigitan Aedes aegypti.

"Apabila ada yang mengalami gejala-gejala seperti yang tercantum di atas agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan," ujar Anom.

Perkuat Deteksi Dini

Selain pencegahan di masyarakat, Kementerian Kesehatan bersama Dinkes Bali memperkuat deteksi dini di fasilitas kesehatan. Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas laboratorium dan jejaring surveilans untuk virus Zika serta arbovirus lainnya.

Pemerintah juga meningkatkan kemampuan pemeriksaan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan serologi di laboratorium daerah serta laboratorium rujukan nasional. Penguatan ini dilakukan agar dugaan kasus dapat diperiksa secara cepat dan akurat.

Kewaspadaan juga ditingkatkan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan melalui Health Quarantine. Pemantauan gejala demam, ruam, dan nyeri sendi diperkuat di puskesmas dan rumah sakit untuk mendeteksi kemungkinan kasus sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....