Peneliti Temukan Kunci Pemulihan Trauma Masa Kecil

  • 27 Agt 2026 13:11 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Tim ilmuwan WashU Medicine dan Princeton University telah mengidentifikasi target biologis baru untuk mengobati depresi yang disebabkan oleh trauma masa kecil.
  • Mekanisme molekuler yang ditemukan membuka peluang terapi baru untuk memulihkan kepekaan stres pada penderita depresi.
  • Hasil penelitian penting ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah terkemuka Neuron dan dilaporkan oleh media SciTechDaily.

RRI.CO.ID, Denpasar - Penemuan mekanisme molekuler baru membuka harapan terapi penderita depresi akibat trauma anak. Para ahli kini berhasil mengidentifikasi target biologis untuk memulihkan kepekaan stres Anda.

Hasil studi penting ini disiarkan media SciTechDaily dari terbitan ilmiah jurnal Neuron. Tim ilmuwan WashU Medicine dan Princeton University memimpin riset kesehatan otak ini.

Trauma masa lalu meninggalkan tanda kimia H3K4me1 pada neuron dopamin di otak. Tanda molekuler ini menurunkan toleransi otak saat menghadapi tekanan hidup dewasa.

BACA JUGA:

Trauma Masa Kecil Tinggalkan Bekas di Otak

Riset mencatat sebanyak empat trauma masa kecil meningkatkan risiko gangguan jiwa dewasa. Fenomena ini memengaruhi lebih dari separuh populasi anak di seluruh dunia.

Peneliti menurunkan aktivitas enzim SETD7 untuk mengunci kembali struktur DNA. Percobaan tersebut berhasil mengembalikan tingkat kecemasan otak ke kondisi normal.

BACA JUGA:

Cegah Trauma Anak Demi Otak Dewasa Sehat

Meaghan Creed PhD menegaskan bahwa bekas luka trauma kini dapat ditargetkan. Penemuan ini memandu pembuatan obat baru yang lebih efektif bagi penderita.

Catherine Jensen Peña PhD menambahkan bahwa terapi masa depan fokus pada pemulihan. Pengetahuan ini membantu Anda memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....